Bank SMBC Indonesia Tebar Dividen Rp 9,49 per Saham dari Laba 2025

Bank SMBC Indonesia Tebar Dividen Rp 9,49 per Saham dari Laba 2025

SMBC Indonesia membagikan dividen Rp 101,11 miliar dari laba 2025, sementara 80 persen laba ditahan untuk memperkuat permodalan.

(Kompas.com) 23/04/26 15:41 200637

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) membagikan dividen tunai sebesar Rp 101,11 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai itu setara 20 persen dari laba bersih Rp 505,56 miliar, atau Rp 9,49 per saham.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Sisa laba sebesar 80 persen ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan perseroan tidak menyisihkan dana cadangan wajib. Perseroan telah memenuhi ketentuan minimum 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Permodalan menjadi faktor penting di tengah dinamika ekonomi. Kondisi ini tercermin dari kinerja aset yang tetap tumbuh.

Per akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp 245,9 triliun. Angka ini naik 2,0 persen secara tahunan. Modal yang kuat memberi ruang bagi bank untuk menyalurkan pembiayaan saat permintaan mulai pulih.

Pada level entitas bank saja atau bank only, SMBC Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang 2025.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Emilya Tjahjadi diangkat sebagai Direktur. Linus Ekabranko Windoe ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Henoch mengatakan penguatan manajemen diarahkan untuk memperdalam fokus pada segmen wholesale banking dan commercial banking. Segmen ini menjadi penopang utama bisnis, terutama dalam melayani korporasi nasional dan multinasional.

Perseroan juga memperbarui Rencana Aksi Pemulihan atau Recovery Plan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan mitigasi risiko di tengah tekanan ekonomi.

Model bisnis perseroan terdiversifikasi. Layanan mencakup platform digital Jenius, pengelolaan kekayaan melalui Sinaya, pembiayaan berkelanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG), serta segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pensiunan.

Ekosistem ini diperkuat oleh entitas anak seperti Bank BTPN Syariah, PT Oto Multiartha, dan PT Summit Oto Finance. Jangkauan pembiayaan diperluas ke berbagai segmen.

Manajemen menegaskan fokus pada pertumbuhan yang terukur. Kualitas aset dan layanan nasabah juga terus ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan di industri perbankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#dividen #bank-smbc-indonesia #smbc

https://money.kompas.com/read/2026/04/23/154124626/bank-smbc-indonesia-tebar-dividen-rp-949-per-saham-dari-laba-2025