BRI Dorong Ekspansi Kredit Bagi UMKM Usai Bagi Dividen Rp 52,1 Triliun
BRI dorong ekspansi kredit bagi UMKM setelah bagi dividen Rp 52,1 triliun.
(Kompas.com) 23/04/26 15:44 200639
KOMPAS.com - Direktur Finance & Strategy BRI (Bank Rakyat Indonesia), Achmad Royadi menjelaskan bila jajarannya terus mendorong ekspansi kredit bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
"Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," jelasnya dikutip dari Kontan, Kamis (23/4/2026).
Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) tahun 2026, BRI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman di kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
UMKM sebagai core business BRI sehingga pemberdayaan terus dilakukan.
"Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI," jelasnya.
Sementara itu, BRI membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada 10 April 2026 lalu.
BRI membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun dengan nilai Rp 346.00 per lembar saham.
Angka tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp20,6 triliun yang dibayarkan pada 15 Januari 2026.
Pembagian dividen ini berdasarkan kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Tips investasi reksadana BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempunyai beberapa tips memulai investasi reksadana bagi pemula.
Ada beberapa tips untuk memulai investasi reksadana dari BRI. Berikut caranya.
- Pelajari dan Riset
Sebelum berinvestasi, pahami jenis-jenis reksa dana agar bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Ada empat jenis reksa dana:
Reksa Dana Pasar Uang: Risiko paling kecil, diinvestasikan pada produk pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari setahun seperti deposito.
Reksa Dana Pendapatan Tetap: Sekitar 80 persen modal diinvestasikan pada obligasi, risikonya lebih besar dari reksa dana pasar uang.
Reksa Dana Campuran: Kombinasi saham dan obligasi, risikonya lebih tinggi.
Reksa Dana Saham: 80 persen modal diinvestasikan pada saham, risiko dan keuntungannya paling tinggi.
Selain itu, lakukan riset manajer investasi dengan rekam jejak baik dan kebijakan yang sejalan dengan tujuan finansial Anda.
- Menetapkan Tujuan Investasi
Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi Anda, misalnya untuk keperluan pendidikan anak, pembelian rumah, atau pensiun. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan waktu pencairan dana sesuai tujuan investasi.
- Memilih Reksa Dana
Cara investasi reksa dana berikutnya adalah dengan memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.
Pertimbangkan toleransi risiko Anda terhadap fluktuasi harga, jangka waktu investasi, dan kebutuhan pencairan dana.
Apabila Anda seorang investor dengan profil risiko agresif dan menginginkan keuntungan dari investasi jangka panjang, maka reksa dana saham bisa jadi pilihan,
Lain halnya jika Anda investor konservatif yang menginginkan keuntungan cepat. Maka, sebaiknya Anda pilih reksa dana pasar uang.
- Membuka Rekening Investasi
Buka rekening investasi bisa dilakukan lewat beberapa cara. Anda bisa mendaftar lewat perusahaan manajemen investasi, bank, atau melalui platform investasi online.
Proses pendaftarannya juga mudah, cukup mengisi formulir dan melakukan verifikasi dokumen secara daring.
- Investasi Awal dan Penyisihan Dana Rutin
Lakukan investasi awal sesuai kemampuan. Pertimbangkan untuk mengatur investasi berkala alias auto-debit untuk mendisiplinkan diri menabung. Anda bisa memanfaatkan strategi dollar-cost averaging. Dengan begitu, investasi bisa dilakukan lebih rutin.
- Monitoring dan Evaluasi
Pantau kinerja reksa dana secara berkala untuk memastikan bahwa investasi berjalan sesuai dengan tujuan keuangan Anda.
Lakukan rebalancing portofolio jika perlu. Artinya, Anda bisa mengatur dan mengalokasikan produk reksa dana, terutama jika terjadi perubahan drastis dalam kinerja pasar atau tujuan keuangan Anda.
- Konsultasi dengan Ahli
Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan. Hal ini terutama jika Anda memerlukan bantuan dalam memilih reksa dana atau mengatur strategi investasi.
- Diversifikasi Investasi
Jangan menaruh semua dana di satu jenis instrumen investasi saja. Lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko kerugian.
Misalnya Anda berinvestasi jangka pendek lewat reksa dana pasar uang. Lalu, investasi jangka panjang di saham blue chip. Agar mendapatkan potensi keuntungan yang besar, pilih saham perbankan dengan kinerja perusahaan yang bagus dalam 10 tahun terakhir. Saham yang dimaksud contohnya BBRI milik PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.
- Investasi Jangka Panjang
Reksa dana cenderung memberikan hasil terbaik sebagai investasi jangka panjang. Hal ini karena produk reksa dana bisa mengimbangi naik dan turunnya harga pasar seiring berjalannya waktu.
Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dari investasi reksa dana.
Profit reksa dana memang tidak sebesar investasi saham, tetapi hasilnya bisa dimaksimalkan dengan mengikuti cara investasi reksa dana di atas.
Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Bagikan Dividen Rp52,1 triliun, BRI Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas" dan "Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula dari BRI, Simak Langkahnya"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang