Prodia (PRDA) Tebar Dividen Rp144 Miliar, Payout Ratio Naik Jadi 70 Persen
Setiap pemegang saham berhak mendapatkan dividen Rp162,68 per saham.
(IDX-Channel) 23/04/26 15:51 200653
IDXChannel - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp144 miliar untuk tahun buku 2025.
Penetapan dividen ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (23/4/2026).
Setiap pemegang saham berhak mendapatkan dividen Rp162,68 per saham. Nilai dividen ini naik 70 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 60 persen laba.
"Keputusan yang dihasilkan dari RUPST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis Perseroan ke depan. Hadirnya wajah baru serta penyesuaian dalam organisasi, diharapkan dapat membawa Perseroan lebih lincah dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin menantang," ujar Direktur Utama PRDA, Liana Kuswandi dalam Public Expose PRDA, Kamis (23/4/2026).
Liana memaparkan, sepanjang 2025 Prodia meluncurkan 38 tes baru dan memperluas jaringan hingga ke mancanegara.
"Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste," tutur dia.
Selain itu, Prodia juga melakukan langkah korporasi dengan mengakuisisi 30 persen saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk memperkuat fondasi layanan terapi regeneratif di masa depan.
Direktur Keuangan & Keberlanjutan Prodia, Marina Eka Amalia menambahkan, perseroan akan terus mengoptimalkan keunggulan kompetitif di bidang layanan digital serta pemeriksaan klinis kompleks.
“Kami akan fokus pada layanan berbasis digital serta mengoptimalkan competitive advantages yang telah kami miliki dengan lebih agresif dan terukur. Setiap langkah ekspansi kami rancang secara selektif agar tidak hanya memperluas akses layanan, tetapi juga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Marina.
Sepanjang 2025, prodia mencatat pendapatan sebesar Rp2,28 triliun, atau naik 1,31 persen dari 2024 yang sebesar Rp2,25 triliun. Sementara laba bersih perseroan turun 23 persen dari Rp270 miliar menjadi Rp207 miliar.
Pendapatan Prodia didorong kontribusi signifikan dari segmen pemeriksaan rutin yang tetap menjadi tulang punggung bisnis. Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan permintaan permintaan esoterik yang memiliki nilai tambah tinggi.
(DESI ANGRIANI)