Saham ICBP Kembali Sentuh New Low Imbas Sentimen Geopolitik Timteng
Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terus tertekan dalam beberapa waktu terakhir.
(IDX-Channel) 24/04/26 15:52 201836
IDXChannel - Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terus tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Saham produsen mi instan dan snack bagian dari Grup Indofood itu terimbas sentimen negatif akibat perang di Timur Tengah.
Saham ICBP kembali mencetak rekor harga terendah (new low) pada perdagangan Jumat (24/4/2026) seiring penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham ICBP melemah 3,5 persen ke Rp6.825, turun 47 persen dari puncaknya Rp12.875.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Chrysty Halim mengatakan, kinerja ICBP sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan di mana pada kuartal IV-2025, penjualan meningkat 8,9 persen, tertinggi sejak akhir 2024.
Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang oleh belanja pemerintah, terutama sebagian akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta normalisasi belanja konsumen yang mulai menanjak pada paruh kedua tahun 2025.
Kendati demikian, margin laba kotor ICBP turun menjadi 30,3 persen seiring peningkatan pada beban bahan baku, terutama imbas kenaikan harga minyak goreng, CPO, dan kentang. Namun, margin laba usaha masih sesuai panduan manajemen di level 20-22 persen.
Chrysty menambahkan, sesuai panduan manajemen ICBP, penjualan pada 2026 diprediksi tumbuh antara 5-7 persen dengan EBIT dipertahankan di kisaran 20-22 persen.
"Kami melihat akselerasi pertumbuhan ini mencerminkan yang lebih optimistis, didukung oleh momentum kuat pada 4Q25 serta tren permintaan pasca Lebaran yang sejauh ini masih sesuai ekspektasi," katanya dalam riset yang diterbitkan awal April 2026.
Berdasarkan pernyataan manajemen, dampak eskalasi konflik di Timteng masih sangat terbatas. Situasi perang tersebut dinilai belum bersifat material bagi kinerja ICBP meskipun situasi masih dinamis dan berkembang. Secara umum, aktivitas bisnis masih berjalan normal dengan rantai pasok bahan baku tetap stabil.
Selain itu, menurut Chrysty, ICBP biasanya mengamankan stok bahan baku untuk 3-6 bulan ke depan. Dengan demikian, masih terlalu dini untuk mengukur potensi dampak keuangan dalam jangka pendek dan menengah.
Menurut Chrysty, di tengah situasi konflik Timteng yang dinamis, ICBP masih memiliki ruang untuk menaikkan harga produk, terutama mi instan yang belum mengalami penyesuaian harga pada tahun lalu.
"Kami menurunkan target harga menjadi Rp10.500 (dari Rp11.500) seiring revisi estimasi, yang merefleksikan PER FY26F sebesar 11,2 kali," katanya.
(Rahmat Fiansyah)