Purbaya Pede IHSG Bisa Tembus Level 28.000: Mereka Bilang Gila...

Purbaya Pede IHSG Bisa Tembus Level 28.000: Mereka Bilang Gila...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin IHSG tembus 28.000 dalam beberapa tahun ke depan, meski sempat diejek. Optimisme didasari fondasi ekonomi kuat dan partisipasi Gen Z.

(Kompas.com) 27/04/26 15:16 204074

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap percaya diri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 28.000 dalam beberapa tahun ke depan, meski proyeksi itu sempat membuatnya diejek gila.

Purbaya mengatakan keyakinan itu didasarkan pada pandangannya bahwa pergerakan pasar saham sangat ditentukan oleh kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan.

"Let\'s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029 - 2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisalah 28.000 paling sial. Mereka bilang Purbaya gila," kata Purbaya di Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Menurut bendahara negara ini, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika ekonomi tumbuh kuat dan ekspansi berjalan sesuai arah yang diharapkan pemerintah.

Purbaya menampik anggapan bahwa angka tersebut tidak realistis.

Dia membandingkan performa indeks pada periode 2002 yang masih berada di level 400-an, namun berhasil meroket hingga ke level 2.500 pada tahun 2009.

“Kalau saya Menteri Keuangan ya. Saya selalu bilang, fondasi ekonomi akan menentukan nilai IHSG kita kan. Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali,” ujarnya.

Dengan asumsi IHSG saat ini berada di sekitar 7.000, ia menilai level 28.000 masih masuk akal dalam fase ekspansi panjang.

Untuk mendukung argumennya, Purbaya juga menyinggung pengalaman historis pasar modal Indonesia.

Menurut dia, lonjakan serupa bisa kembali terjadi jika pertumbuhan ekonomi nasional berkembang baik dan pasar mendapat dukungan fundamental yang kuat.

Purbaya juga menilai prospek pasar modal ke depan ikut ditopang meningkatnya partisipasi investor ritel, terutama dari kalangan muda.

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Purbaya menyebut sekitar 57 persen investor saat ini berasal dari generasi Z, yang dinilai menjadi modal positif bagi pendalaman pasar keuangan domestik.

“Sekarang juga banyak Gen Z yang berinvestasi di pasar modal kan. Sekitar 57 persen,” ujar dia.

Meski optimistis, Purbaya mengingatkan investor muda agar tidak melihat pasar saham sebagai jalan cepat meraih keuntungan tanpa pengetahuan yang memadai.

Menurutnya, investasi di pasar modal tetap membutuhkan pemahaman dan pembelajaran, termasuk belajar dari pelaku profesional.

Ia menyarankan investor pemula mengikuti strategi para profesional lebih dulu sambil belajar memahami mekanisme pasar, sebelum mengambil keputusan investasi secara mandiri.

“Nanti kalau Anda merasa lebih jago, baru tendang Anda langsung menginvestasi di pasar saham,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#ihsg #purbaya-yudhi-sadewa #pasar-modal #investasi-gen-z #ihsg-28-000

https://money.kompas.com/read/2026/04/27/151600826/purbaya-pede-ihsg-bisa-tembus-level-28000-mereka-bilang-gila