5G Jadi Mesin Baru Ekonomi RI, Diproyeksi Sumbang Rp 710 Triliun dalam 5 Tahun

5G Jadi Mesin Baru Ekonomi RI, Diproyeksi Sumbang Rp 710 Triliun dalam 5 Tahun

5G diproyeksikan jadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia, menyumbang Rp 710 T PDB. Dari konektivitas merata hingga kota pintar, 5G buka peluang inovasi luas.

(Kompas.com) 29/04/26 13:41 206347

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi jaringan generasi kelima (5G) diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, seiring dengan pengembangan atau masuknya teknologi terbarukan di Tanah Air.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengungkapkan pengembangan 5G di Tanah Air berpotensi menyumbang sekitar 41 miliar dollar AS atau setara Rp 710,3 triliun (kurs Rp 17.270 per dollar AS), terhadap produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2026-2030.

“5G di Indonesia dapat menambahkan 41 juta dollar (AS) untuk GDP antara tahun ini dan 2030,” ujar Nora dalam paparannya saat pembukaan seminar IndoTelko Forum, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia mencatat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki kebutuhan mendesak terhadap konektivitas yang merata.

Implementasi 5G yang didukung oleh strategi spektrum yang tepat dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif, dengan menghadirkan akses broadband berkualitas tinggi, tidak hanya di kota besar tetapi juga di wilayah terpencil.

Menurutnya, 5G akan menjadi katalis bagi percepatan layanan digital, mulai dari alat pembayaran, layanan kesehatan (e-health), pendidikan, portal pemerintahan hingga layanan perbankan.

Kehadiran jaringan berkecepatan tinggi ini memungkinkan masyarakat di berbagai daerah mendapatkan akses layanan publik yang lebih merata dan efisien.

“5G akan mengembangkan perkembangan inklusif, mengembangkan broadband kualitas tinggi, pembayaran digital, dan e-services penting seperti e-health, pendidikan, portal pemerintah, banking, lebih dari kota-kota besar, lebih ke kawasan jauh,” paparnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa 5G juga akan memberikan dampak langsung terhadap sektor-sektor prioritas nasional.

Pemanfaatan jaringan privat 5G di kawasan industri seperti pabrik, pelabuhan, dan sektor logistik diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri Indonesia di tingkat global.

“5G secara langsung memperkuat sektor prioritas. 5G secara privat di pabrik, port, logistik, dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kompetitif,” katanya.

Di wilayah perkotaan, 5G membuka peluang pengembangan ekosistem kota pintar melalui integrasi transportasi terhubung, pengelolaan utilitas yang lebih efisien, serta peningkatan sistem keamanan publik.

Hal itu pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan kota yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, integrasi 5G dengan teknologi cloud dan edge computing disebut akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Sektor-sektor seperti layanan kesehatan, pendidikan, kota pintar, hingga industri kreatif diperkirakan akan mengalami akselerasi inovasi seiring meningkatnya kualitas konektivitas.

Namun, Nora mengingatkan optimalisasi manfaat 5G tidak dapat dilepaskan dari dukungan kebijakan yang kuat.

Kepastian regulasi, pengelolaan spektrum yang transparan, serta arah investasi jangka panjang menjadi faktor krusial untuk memberikan kepastian bagi operator dalam membangun dan memperluas jaringan 5G.

Selain itu, pembangunan ekosistem digital yang kolaboratif juga menjadi kunci keberhasilan.

Pemerintah, operator telekomunikasi, pelaku industri, startup, hingga institusi pendidikan perlu bersinergi mengembangkan inovasi sekaligus memperkuat keamanan siber dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang digital.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekosistem terbuka dan diversifikasi teknologi sebagai langkah strategis untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Upaya ini dinilai penting untuk memastikan ketahanan jaringan sekaligus membuka peluang inovasi yang lebih luas di masa depan.

Dengan potensi kontribusi ekonomi yang signifikan, 5G tidak hanya dipandang sebagai evolusi teknologi komunikasi, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam membangun ekonomi digital Indonesia yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Saya pikir saatnya sekarang, kesempatan berada di depan kita, dan kita semua di sini untuk berkolaborasi dan bergerak ke depan dengan perjalanan 5G dan AI baru ini,” ucap Nora.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pertumbuhan-ekonomi-digital #5g-indonesia #ericsson-nora-wahby #konektivitas-merata

https://money.kompas.com/read/2026/04/29/134100526/5g-jadi-mesin-baru-ekonomi-ri-diproyeksi-sumbang-rp-710-triliun-dalam-5-tahun-