Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?

Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?

Dunia sedang bersiap menghadapi ledakan jumlah orang super kaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dunia sedang bersiap menghadapi ledakan jumlah orang super... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 30/04/26 07:23 207147

JAKARTA - Dunia sedang bersiap menghadapi ledakan jumlah orang super kaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari konsultan properti global, Knight Frank memprediksi jumlah miliarder di seluruh dunia akan melonjak hingga 4.000 orang pada tahun 2031.

Kenaikan sebesar 25% dari level saat ini disebut-sebut sedang dipacu (supercharged) oleh keuntungan fantastis dari sektor Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan mesin pencetak uang tercepat dalam sejarah modern.

Saat ini terdapat 3.110 miliarder secara global. Knight Frank memproyeksikan angka ini akan melesat menjadi 3.915 orang dalam lima tahun ke depan.

Kepala Riset Knight Frank, Liam Bailey menjelaskan, bahwa sektor teknologi, khususnya AI, memungkinkan sebuah bisnis untuk melakukan ekspansi (scale-up) dengan kecepatan yang luar biasa.

"Kemampuan untuk membangun bisnis dalam skala besar belum pernah setinggi ini. Hal itu memberikan kemampuan untuk meraup kekayaan besar dalam waktu singkat, diperkuat oleh teknologi dan AI," ujar Bailey seperti dilansir RT.

Menariknya, pertumbuhan miliarder tercepat bukan berasal dari Amerika Serikat (AS), melainkan dari wilayah yang sedang melakukan transformasi besar. Arab Saudi diprediksi mencatat pertumbuhan tercepat, melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 65 miliarder pada 2031 (dari 23 orang saat ini).

Selanjutnya ada Polandia, dimana jumlah orang super kaya di negara ini juga diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 29 orang. Muncul juga Swedia, dengan perkiraan kenaikan sangat signifikan sebesar 81% menjadi 58 orang miliarder.

Saat ini Amerika Utara masih memegang pangsa kekayaan global terbesar (37%), diikuti oleh Asia-Pasifik (31%), dan Eropa (25%). Menariknya meskipun di tengah ketegangan global, jumlah miliarder di Rusia justru mencetak rekor baru dengan total kekayaan USD696 miliar, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan logam.

Pada tahun 2026, Rusia masih menjadi pusat utama miliarder menambah pundi-pundi hartanya, yang menurut catatan Forbes mencapai 155 miliarder. Di balik euforia ledakan kekayaan ini, terselip fakta pahit mengenai ketimpangan global.

Peningkatan jumlah juga terjadi dengan cepat pada miliarder yang memiliki kekayaan setidaknya USD30 juta, dari 551.435 pada 2021 menjadi 713.626 secara global. Artinya ada penambahan lebih dari 160.000 orang dalam lima tahun.

Knight Frank ikut menyoroti laju pertumbuhan kekayaan yang kuat, dipimpin oleh AS dan sebagian didorong oleh pertumbuhan di China dan India.

Di sisi lain laporan World Inequality Report 2026 mengungkap data yang menghentak, dimana kurang dari 60.000 orang, atau hanya sekitar 0,001% penduduk bumi memegang kekayaan tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan gabungan kekayaan setengah dari total populasi manusia di dunia.
(akr)

#miliarder #orang-terkaya-dunia #artificial-intelligence-ai #kecerdasan-buatan-ai #ai

https://ekbis.sindonews.com/read/1701729/34/gara-gara-ai-jumlah-miliarder-dunia-bakal-meledak-25-anda-termasuk-1777507491