Pemprov Kalsel perkuat tata kelola air hadapi dampak perubahan iklim

Pemprov Kalsel perkuat tata kelola air hadapi dampak perubahan iklim

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat tata kelola air sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata, terutama ...

(Antara) 30/04/26 16:31 207845

Fenomena El Nino, La Nina, serta anomali cuaca telah mengacaukan pola musim tanam, memicu kekeringan ekstrem di satu sisi dan banjir berulang di sisi lain, termasuk banjir rob di kawasan pesisir dan rawa pasang surut,

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat tata kelola air sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata, terutama terhadap sektor pertanian, pengendalian banjir, serta keberlanjutan produksi pangan di daerah.

Kepala Dinas PUPR Kalsel Yasin Toyib di Banjarmasin, Kamis mengatakan, upaya tersebut melibatkan lintas sektor dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, BMKG, komisi irigasi kabupaten/kota, hingga Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) guna merumuskan langkah konkret dalam menjaga stabilitas tata air.

Ia menyampaikan bahwa perubahan iklim kini telah berdampak langsung terhadap sektor pertanian sehingga memerlukan respons cepat berbasis kebijakan yang terukur dan dapat diterapkan di lapangan.

“Fenomena El Nino, La Nina, serta anomali cuaca telah mengacaukan pola musim tanam, memicu kekeringan ekstrem di satu sisi dan banjir berulang di sisi lain, termasuk banjir rob di kawasan pesisir dan rawa pasang surut,” ujar dia selaku Ketua Harian Komisi Irigasi Kalsel.

Menurut dia, dampaknya sudah pernah dirasakan, mulai dari keterlambatan tanam, gagal panen, kerusakan jaringan irigasi, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan.

“Penguatan tata kelola air harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir agar mampu mengantisipasi fluktuasi debit air sekaligus menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia pun mendorong Balai Wilayah Sungai Kalimantan III memperkuat pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, pengelolaan pintu air, serta peningkatan konektivitas jaringan irigasi guna mendukung distribusi air yang lebih efektif.

Di sisi lain, Yasin meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel menyesuaikan strategi produksi melalui kalender tanam berbasis data iklim, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta optimalisasi pemanfaatan air di lahan pertanian.

Sementara itu, Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Irigasi Kalsel Herry Ade Permana mengungkapkan, pelaksanaan Instruksi Presiden di sektor irigasi masih menunggu kepastian alokasi anggaran dari pemerintah pusat sehingga diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor yang lebih terstruktur.

Ia menyebutkan, musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung selama enam hingga tujuh bulan dengan puncak pada Agustus, sehingga diperlukan langkah antisipatif seperti pemanenan air hujan, penyesuaian pola tanam, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis analisis BMKG.

Selain kekeringan, banjir juga masih menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan yang berdampak pada produktivitas pertanian, sementara penanganan dinilai belum optimal akibat lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui perumusan tersebut, kata dia, para pemangku kepentingan menyepakati peningkatan koordinasi lintas sektor, pelibatan aktif P3A dalam pengelolaan irigasi, pemanfaatan data BMKG dalam perencanaan, serta penyusunan masterplan pengendalian banjir secara terpadu.

Selain itu, disepakati optimalisasi mitigasi kekeringan melalui penyimpanan air, pembaruan data geospasial jaringan irigasi, percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa, serta rehabilitasi daerah irigasi di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Hasil perumusan akan disampaikan kepada Gubernur Kalsel untuk ditindaklanjuti sebagai kebijakan strategis dalam memperkuat ketahanan air dan pangan di tengah tekanan perubahan iklim yang terus berkembang,” ujar Herry.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

#komisi-irigasi-kalsel #tata-kelola-air #perubahan-iklim #kemarau #kalsel

https://www.antaranews.com/berita/5548800/pemprov-kalsel-perkuat-tata-kelola-air-hadapi-dampak-perubahan-iklim