Batu Bara untuk Listrik, Bahlil: Ini tentang Survival Mode, Jangan Korbankan Rakyat Kita
Bahlil jaga tarif listrik tak naik agar rakyat tidak terbebani.
(Kompas.com) 03/05/26 10:14 209448
KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemanfaatan batu bara untuk sumber daya pembangkit listrik tenaga uap tak boleh dikesampingkan.
Menurut dia, pemanfaatan batu bara masih diperlukan Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional supaya tak mengalami kenaikan.
"Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar,” jelas Bahlil dikutip dari Antara, Minggu (3/5/2026).
Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional mencapai 790 juta ton tahun 2025.
Kebutuhan domestik baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan, mencapai sekitar 254 juta ton.
Lalu ada 514 juta ton di ekspor ke luar negeri untuk menambah devisa negara.
Bahkan, negara-negara di Eropa berminat membeli batu bara dari Indonesia.
"Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta ke kita untuk 20 juta ton per tahun," kata Bahlil.
Ketahanan energi nasional jadi fokus pemerintah saat ini.
Minyak Rusia segera datang
Sementara itu, Bahlil mengungkapkan jika impor minyak dari Rusia segera datang.
Masuknya minyak dari Rusia akan menjamin ketahanan energi nasional.
“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil, Sabtu (2/5/2026)
Tetapi, Bahlil tak merinci mengenai berapa barrel minyak yang akan datang dari Rusia.
Dijelaskan bahwa minyak mentah tersebut akan diolah di kilang dalam negeri.
Pemerintah saat ini fokus pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) mulai solar dan bensin dengan berbagai nilai oktan.
Situasi geopolitik seperti ini membuat pemerintah wajib mengamankan stok BBM.
"Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting," ujarnya.
Selain BBM, stok gas elpiji nasional di atas batas minimum.
Hal ini membuat pemerintah memastikan elpiji aman.
"Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” ucap Bahlil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang