Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Kemenhub menyerahkan Sertifikat Tipe Validasi (Validation Type Certificate.VTC) untuk Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System.UAS) Model HY100 kepada... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 03/05/26 15:15 209587
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) menyerahkan Sertifikat Tipe Validasi (Validation Type Certificate/VTC) untuk Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/UAS) Model HY100 kepada manufaktur asal China , Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd.Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman menegaskan, bahwa penerbitan VTC untuk Model HY100 menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem penerbangan tanpa awak di Indonesia. Sebagai informasi Model HY100 merupakan kendaraan udara nirawak sipil berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China.
"Kami memastikan seluruh proses sertifikasi berjalan secara komprehensif, mulai dari evaluasi desain, uji sistem, hingga uji terbang, sehingga aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran drone kargo skala besar ini membuka peluang baru dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional," ujar Sokhib dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Ditjen Perhubungan Udara melalui tim ahli kelaikudaraan sebelumnya telah melaksanakan misi Validation Type Certification secara langsung di fasilitas Ursa Aeronautical Technology di Shihezi, Tiongkok, pada 3 hingga 15 Maret 2026. Tim melakukan serangkaian uji dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan desain, spesifikasi, serta operasional sistem UAS HY100 memenuhi standar keselamatan penerbangan nasional.
Penerbitan VTC ini menjadi pencapaian penting sebagai sertifikasi tipe validasi pertama untuk large cargo drone di Indonesia. Proses sertifikasi tersebut menegaskan kesiapan regulator dalam mengakomodasi perkembangan teknologi penerbangan yang semakin maju.
Canggih, Begini Cara Kerja Pesawat Tanpa Awak Melewati Radar
Dengan kapasitas muatan hingga 1,9 ton, drone HY100 berpotensi mentransformasi sektor logistik nasional. Teknologi ini mampu mempercepat distribusi rantai pasok, menjangkau wilayah terpencil, serta meningkatkan efisiensi operasional industri logistik.
Sebagai langkah mitigasi dan tahapan awal pengoperasiannya, operasional dari HY100 ini akan difokuskan terlebih dahulu di dalam ruang udara yang terpisah (segregated airspace).
Berdasarkan hasil evaluasi teknis yang telah dilakukan, Ditjen Perhubungan Udara telah memetakan kebutuhan operasional tersebut dan saat ini tengah menyiapkan perangkat regulasi lanjutan yang secara khusus mengakomodasi karakteristik pengoperasian teknologi baru ini.
(akr)
#kemenhub #pesawat-terbang #pesawat-tanpa-awak #layak-terbang #pesawat-kargo