Semen Indonesia (SMGR) Cetak Laba Naik 88,7 Persen Per Kuartal I 2026

Semen Indonesia (SMGR) Cetak Laba Naik 88,7 Persen Per Kuartal I 2026

Volume penjualan SMGR tercatat sebanyak 8,71 juta ton pada kuartal I-2026.

(Kompas.com) 04/05/26 15:05 210470

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 80 miliar per kuartal I-2026.

Angka ini tumbuh 88,7 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perolehan laba perusahaan dengan sandi bursa SMGR tersebut ditopang olah total pendapatan perusahaan senilai Rp 8,29 triliun. Angka tersebut naik 8,3 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, volume penjualan SMGR tercatat sebanyak 8,71 juta ton pada kuartal I-2026. Kemudian, beban pokok pendapatan tercatat senilai Rp 6,62 triliun.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, Semen Indonesia membuktikan resiliensi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi kapasitas berlebih (overcapacity) dan tensi geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga.

Strategi transformasi yang dijalankan SIG mencatatkan tren pertumbuhan kinerja positif sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut sepanjang kuartal I 2026, yang ditandai dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I tahun 2026.

”Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan,” ungkap Vita dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Sepanjang kuartal I-2026, volume penjualan SIG naik 1,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi 8,71 juta ton dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 8,57 juta ton.

Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 5,4 persen secara tahunan (yoy), terutama dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11 persen yoy.

Sedikit catatan, pencapaian tersebut bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional yang naik 7,0 persen. Sementara penjualan regional terkontraksi 8 persen yoy.

Dari sisi biaya, Vita bilang, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 8,6 persen yoy seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak kenaikan harga bahan bakar dan energi.

Di saat yang bersamaan, biaya operasional termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya naik sebesar 9 persen yoy. Namun demikian, biaya keuangan bersih tercatat turun sebesar 35,4 persen yoy

”Kami menjaga tren kinerja pada kuartal I-2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen," imbuh dia.

Vita mengungkapkan, SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang kini ditargetkan operasional pada pertengahan 2026.

”Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban menjadi tonggak bagi perusahaan untuk mendorong lebih banyak ekspor semen yang akan menghasilkan margin yang lebih besar, tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lainnya,” tutup Vita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #semen-indonesia

https://money.kompas.com/read/2026/05/04/150530126/semen-indonesia-smgr-cetak-laba-naik-887-persen-per-kuartal-i-2026