Membawa semangat Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri memosisikan diri sebagai enabler pembentukan generasi yang berorientasi masa depan.
(WE Finance) 04/05/26 23:00 211011
Warta Ekonomi, Jakarta -Kepemilikan rekening tabungan sejak dini dinilai berperan penting dalam membentuk orientasi pendidikan anak. Temuan ini menguatkan langkah Bank Mandiri yang terus memperluas inklusi keuangan pelajar melalui Tabungan Simpel sebagai bagian dari upaya membangun generasi berorientasi masa depan.
Penelitian William Elliott dari University of Kansas yang menganalisis data Panel Study of Income Dynamics sejak 1968 menunjukkan bahwa anak yang memiliki rekening tabungan khusus pendidikan memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk mendaftar ke perguruan tinggi dan 2,5 kali lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki rekening.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak positif tabungan tidak semata ditentukan oleh besaran dana yang tersimpan, melainkan oleh keberadaan rekening itu sendiri. Rekening pertama dinilai mampu membentuk pola pikir, kebiasaan, dan orientasi masa depan anak sejak dini.
Pandangan itu sejalan dengan Teori Aset Sherraden (1991) yang menyebut kepemilikan aset finansial sejak dini dapat membentuk cara anak memandang dirinya serta meningkatkan keyakinan untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Membawa semangat Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri memosisikan diri sebagai enabler pembentukan generasi yang berorientasi masa depan. Melalui Tabungan Simpel, perseroan mendorong akselerasi inklusi keuangan pelajar secara terintegrasi, dengan menjadikan rekening pertama sebagai titik awal pembentukan kebiasaan finansial dan karakter jangka panjang.
Program Tabungan Simpel juga terhubung dengan literasi keuangan aplikatif, jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, serta pendekatan berbasis riset agar setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan.
“Bank Mandiri meyakini bahwa literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui Tabungan Simpel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan sejak dini,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista, dalam siaran pers, Minggu (3/5).
Hingga Desember 2025, jumlah rekening Tabungan Simpel Bank Mandiri mencapai 928 ribu rekening atau tumbuh 19,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Dalam periode 2021–2025, pertumbuhan rata-rata tercatat 117 ribu rekening per tahun dengan laju pertumbuhan 19,3 persen.
Tren itu berlanjut pada 2026. Hingga Maret, jumlah rekening Tabungan Simpel tercatat mencapai 997 ribu rekening atau sekitar 90 persen dari target 1,07 juta rekening. Total saldo tercatat Rp354 miliar, dengan rata-rata saldo Rp336 ribu per rekening, mencerminkan meningkatnya kesadaran menabung di kalangan pelajar.
Dari sisi demografi, Bank Mandiri menjangkau nasabah pelajar mulai dari jenjang TK hingga SMA. Mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64 persen, menandakan fase tersebut menjadi momentum penting dalam pembentukan orientasi keuangan. Secara wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar program ini.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri juga memperkuat akses keuangan dengan peningkatan literasi. Sepanjang 2025, perseroan menyelenggarakan program literasi keuangan di Universitas Musamus, Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo yang menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa.
Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” diperluas dan menjangkau hampir 10 ribu peserta lintas jenjang pendidikan. Program ini mencatat peningkatan pemahaman hingga 47 persen, menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan terukur.
Komitmen Bank Mandiri juga diwujudkan melalui dukungan langsung terhadap fasilitas pendidikan. Perseroan merenovasi 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, meliputi perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dinding, pengecatan ruang kelas, sanitasi, hingga fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi.
Selain itu, Bank Mandiri menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah untuk mendorong minat literasi sejak dini. Dukungan terhadap akses pendidikan juga diperkuat melalui penyaluran 267 beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia serta distribusi perlengkapan sekolah bagi pelajar.
Sepanjang Desember 2025 hingga Maret 2026, lebih dari 26 ribu paket tas sekolah telah disalurkan, termasuk untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, serta distribusi di wilayah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara.
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri kembali menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region, memperluas dukungan terhadap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.