Arief Muhammad Unggah Kode Ticker NSPD, Sinyal Bawa RM Payakumbuah IPO di BEI?
Seorang influencer sekaligus pengusaha, Arief Muhammad membagikan unggahan sebuah foto Rapat Umum Pemegang Saham Rumah Makan (RM) Padang Payakumbuah dan menuliskan kode NSPD
(Katadata) 07/05/26 05:40 213752
Seorang influencer, kreator konten, sekaligus pengusaha Arief Muhammad membagikan unggahan sebuah foto Rapat Umum Pemegang Saham Rumah Makan (RM) Padang Payakumbuah dan menuliskan kode ticker NSPD, pada Selasa (5/5). Aksi itu pun menyulut spekulasi di kalangan pasar modal.
“Bismillah #NSPD,” tulis Arief dalam akun pribadi media sosialnya @ariefmuhammad.
Unggahan itu mendapat respon beragam. Ada yang menanyakan apakah rumah makan nasi padang itu berencana akan mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Sabar,” respons Arief kepada followers-nya yang bertanya-tanya itu.
Adapun Rumah Makan Padang Payakumbuah berada di bawah pengelolaan PT Makan Padang Pakai Tangan. Restoran yang didirikan oleh influencer Arief Muhammad pada Juni 2022 ini mengusung konsep modern dengan sajian masakan Padang autentik, dan dikembangkan melalui sistem kemitraan (franchise).
Katadata.co.id, telah meminta tanggapan lebih lanjut terkait aksi korporasi itu. Namun belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan hingga saat ini terdapat total 15 calon emiten yang antre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 11 perusahaan dalam pipeline tergolong skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Kemudian terdapat empat perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan perusahaan skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar tak ada dalam pipeline.
"Sampai dengan 30 April 2026 telah tercatat 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun," tulis Nyoman dalam laporannya, dikutip Senin (4/5).
Berikut jumlah emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- 3 perusahaan dari sektor konsumer siklikal
- 3 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 1 perusahaan dari sektor finansial
- 3 perusahaan dari sektor kesehatan
- 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 2 perusahaan dari sektor teknologi