Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Deni Maulana membagikan kisah perjuangan hidupnya yang penuh keterbatasan hingga berhasil menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Deni Maulana membagikan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 07/05/26 09:19 213957
JAKARTA - Deni Maulana membagikan kisah perjuangan hidupnya yang penuh keterbatasan hingga berhasil menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) . Demi membantu ekonomi keluarga, sang ibu harus merantau ke Yordania sebagai pekerja migran Indonesia (PMI), sementara ayahnya bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan.Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Deni sudah ditinggal ibunya bekerja ke luar negeri sejak usia enam tahun. Meski kedua orang tuanya hanya lulusan sekolah dasar, kondisi tersebut justru memotivasi dirinya untuk meningkatkan derajat pendidikan keluarga.
Pengorbanan Sang Ibu Jadi Motivasi Utama
Deni mengenang besarnya pengorbanan ibunya demi memastikan dirinya tetap bisa bersekolah. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika sang ibu rela menjual cincin, satu-satunya barang berharga yang dimilikinya.
“Dari peristiwa itu saya belajar bahwa cinta seorang ibu tidak selalu berbentuk kata-kata, tetapi pengorbanan yang sering kali tidak terlihat,” ujar Deni, dikutip dari laman UGM, Kamis (7/5/2026).
Sejak saat itu, mimpi bagi Deni bukan lagi sekadar keinginan pribadi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk mengubah kehidupan keluarga. Perjalanannya menuju UGM dimulai dari ketekunannya di dunia sastra sejak duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti berbagai lomba bahasa dan sastra hingga berhasil mengoleksi lebih dari 200 penghargaan.
Medali Emas FLS2N Antar Deni Lolos SNBP UGM
Salah satu pencapaian terbesar Deni adalah meraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang baca puisi tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi modal penting yang membawanya lolos ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kini, Deni tercatat sebagai mahasiswa semester enam Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2023. Ia juga menerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang membiayai pendidikannya hingga lulus.
Ajak Sang Ibu Tinggal Bersama di Yogyakarta
Keberhasilan yang diraih Deni tidak lepas dari doa dan dukungan sang ibu. Sejak semester pertama kuliah, ia memilih mengajak ibunya tinggal bersama di Yogyakarta dengan menyewa kontrakan sederhana dari dana beasiswa yang diterimanya.
Keputusan tersebut lahir dari pengalaman masa kecilnya yang harus terpisah dari sang ibu karena bekerja di luar negeri, ditambah kepergian ayahnya pada 2021. Bagi Deni, kebersamaan sederhana bersama ibunya menjadi kebahagiaan yang sangat berarti.
“Bagi saya, ibu adalah segalanya, prioritas utama dalam hidup saya. Jika ada yang bertanya apa kunci saya bisa sampai di titik ini, bahkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama UGM, maka jawaban saya sederhana, doa ibu,” katanya.
Konsisten Berprestasi hingga Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM 2026
Deni mengungkapkan bahwa target menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2026 sudah ia siapkan sejak semester pertama. Latar belakang keluarga buruh tani dan orang tua lulusan SD menjadi alasan utama dirinya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Selama lima semester, ia aktif membangun portofolio akademik maupun non-akademik. Deni mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional, aktif berorganisasi, melakukan pengabdian masyarakat, menjadi mentor beasiswa, hingga mendirikan kelas bimbingan puisi bernama Puisi Akademia.
Tak hanya itu, Deni juga dikenal sebagai kreator konten pendidikan yang membagikan pengalaman tentang dunia perkuliahan dan beasiswa. Ia bahkan membuka kelas bimbingan beasiswa gratis bagi ratusan siswa.
Raih Prestasi Internasional hingga Kompetisi di Korea Selatan
Dalam seleksi Pilmapres, Deni mencantumkan 10 capaian unggulan terbaik yang terdiri dari enam prestasi internasional dan empat prestasi nasional. Beberapa prestasi internasional yang berhasil ia raih di antaranya Winner International Korean Poetry Reading Contest di Korea Selatan (2025), 1st Place International Literature Festival Poetry Reading Competition di Malaysia (2024), hingga Grand Prize Award South Korea Global Start-Up Idea Competition 2025.
Baginya, salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat mengikuti kompetisi di Korea Selatan dan bertemu peserta dari berbagai negara. Selain itu, ia juga bangga pernah menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara Republik Indonesia dan dipercaya sebagai pembaca puisi dalam Konser Kemerdekaan.
Pernah Dirundung hingga Diremehkan
Di balik berbagai prestasi yang diraihnya, perjalanan hidup Deni tidak selalu berjalan mulus. Saat kecil, ia mengaku pernah mengalami perundungan dan diremehkan oleh lingkungan sekitar. Namun, pengalaman tersebut justru dijadikan motivasi untuk membuktikan diri melalui prestasi.
Ketika mulai bermimpi kuliah di UGM, tidak sedikit orang yang meragukan cita-citanya karena berasal dari keluarga buruh tani. Namun, Deni memilih menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk terus melangkah lebih jauh.
“Mimpi tidak pernah salah. Yang salah hanya jika kita menyerah sebelum mencobanya,” tegasnya.
(nnz)
#mahasiswa-berprestasi #mahasiswa-ugm #pekerja-migran-indonesia #ugm