Asing Net Sell Rp751 Miliar Jelang Rebalancing MSCI, Tapi Diam-Diam Borong Saham Ini

Asing Net Sell Rp751 Miliar Jelang Rebalancing MSCI, Tapi Diam-Diam Borong Saham Ini

IHSG turun 0,92% jelang pengumuman MSCI. Investor asing mencatat net sell Rp751 miliar, namun masih memborong saham MAPI, ADRO, INCO hingga TLKM.

(WE Finance) 11/05/26 22:57 218387

Warta Ekonomi, Jakarta -

Aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik di tengah tekanan rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,92% pada perdagangan Senin (11/5/2026), sejumlah saham berbasis komoditas, konsumsi, hingga telekomunikasi justru menjadi incaran dana asing.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG ditutup turun 63,776 poin ke level 6.905,620 dengan nilai transaksi saham mencapai Rp20,41 triliun dan volume perdagangan 39,08 miliar saham. Investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell sebesar Rp751,18 miliar di seluruh pasar. Secara kumulatif sejak awal tahun, asing masih membukukan net sell Rp38,36 triliun.

Tekanan terhadap IHSG terjadi menjelang pengumuman hasil rebalancing MSCI Global Standard Indexes yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Sebelumnya, MSCI menyatakan tetap membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor(FIF) dan Number of Shares (NOS) untuk saham-saham Indonesia serta belum membuka peluang migrasi saham ke segmen indeks yang lebih tinggi.

Di tengah tekanan tersebut, investor asing justru memborong sejumlah saham tertentu. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatat net foreign buy terbesar senilai Rp83,44 miliar. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menyusul dengan beli bersih asing Rp47,86 miliar, diikuti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp44,23 miliar dan PT Astra International Tbk. (ASII) Rp37,90 miliar.

Selain itu, asing juga tercatat mengoleksi saham PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) sebesar Rp23,33 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp23,15 miliar, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) Rp20,33 miliar. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga masuk daftar beli bersih asing masing-masing Rp15,56 miliar dan Rp12,64 miliar.

Sementara itu, aksi jual asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang mencatat net foreign sell Rp334,71 miliar. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dilepas asing senilai Rp115,86 miliar, diikuti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp89,83 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp59,95 miliar.

Tekanan juga terjadi pada saham grup Prajogo Pangestu lainnya. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat jual bersih asing Rp41,93 miliar, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp38,56 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp30,93 miliar.

Secara sektoral, indeks energi turun 2,02%, sektor keuangan melemah 1,74%, sedangkan sektor transportasi dan logistik terkoreksi 2,88%. Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor utama yang mencatat penguatan sebesar 1,52%.

Data BEI juga menunjukkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 29,73 poin. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menekan indeks sebesar 15,43 poin, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menyumbang tekanan 11,44 poin terhadap IHSG.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 34,67%, diikuti PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) yang naik 34,62% dan PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) sebesar 34,16%.

#msci #investor-asing

https://wartaekonomi.co.id/read611242/asing-net-sell-rp751-miliar-jelang-rebalancing-msci-tapi-diam-diam-borong-saham-ini