MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Minta Maaf, Akui UcapannyaTak Patut Disampaikan
Nama Shindy Lutfiana yang bertugas sebagai MC pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik usai... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 12/05/26 20:14 219435
JAKARTA - Nama Shindy Lutfiana yang bertugas sebagai MC pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik usai potongan video acara tersebut viral di media sosial. Menanggapi polemik yang berkembang, Shindy akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding.Dikutip pada Selasa (12/5/2026), Shindy mengunggah pernyataan permohonan maaf terkait ucapan yang disampaikannya saat pelaksanaan babak final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
“Saya Shindy Lutfiana, selaku MC menyampaikan permohonan maaf terkait kesalahan atas ucapan-ucapan saya pada saat Pelaksanaan Babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Shindy mengaku menerima seluruh kritik dan saran yang diberikan masyarakat sebagai bahan evaluasi diri agar lebih bijak dalam bersikap maupun bertutur kata di ruang publik.
“Seluruh kritik dan saran yang telah masuk untuk saya sebagai MC, semuanya saya terima dengan lapang dada & sebagai bahan pembelajaran saya untuk mengevaluasi diri agar lebih bijak lagi dalam berucap dan bersikap ke depannya,” lanjutnya.
Shindy juga berharap permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima oleh seluruh pihak yang merasa kecewa atas pernyataannya saat acara berlangsung.
Tak hanya melalui caption Instagram, Shindy turut mengunggah foto berisi pernyataan resmi permintaan maaf. Dalam tulisan tersebut, ia secara khusus menyoroti kalimat yang menjadi sorotan publik, yakni ucapan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” yang disampaikannya ketika babak final berlangsung.
Menurut Shindy, ucapan tersebut seharusnya tidak patut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara pada kegiatan resmi tersebut. Ia menyadari pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya peserta lomba, guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta masyarakat Kalimantan Barat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya,” tulis Shindy dalam pernyataannya.
Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati, bijaksana, dan cermat dalam memilih diksi saat menjalankan tugas di ruang publik.
“Besar harapan saya, permohonan maaf saya ini dapat diterima, dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya,” tutupnya.
Sebelumnya,MPR RI mengakui adanya kelalaian Dewan Juri yang memicu polemik dalam proses penilaian pada salah satu sesi perlombaan. Sebagai tindak lanjut, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC yang bertugas pada kegiatan tersebut.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi MPR RI.
MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.
Terkait ramainya pemberitaan mengenai penilaian jawaban peserta dalam lomba tersebut, MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek teknis pelaksanaan kegiatan. Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.
(nnz)
#cerdas-cermat #master-of-ceremony-mc #mpr-ri #sman-1-pontianak