Anak Usaha Telkom, NeutraDC Siapkan Data Center Kedua di Indonesia Timur

Anak Usaha Telkom, NeutraDC Siapkan Data Center Kedua di Indonesia Timur

NeutraDC, anak usaha Telkom, siapkan data center kedua di Indonesia timur seiring meningkatnya perkembangan artificial intelligence (AI) hingga cloud.

(Bisnis.Com) 13/05/26 19:35 220645

Bisnis.com, JAKARTA— Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Telkom Data Ekosistem atau NeutraDC, tengah menyiapkan data center berkapasitas besar di Indonesia timur sebagai gateway digital kedua yang terhubung langsung dengan belahan dunia bagian timur, khususnya Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital yang didorong oleh perkembangan artificial intelligence (AI), cloud, dan kebutuhan data sovereignty, yang dinilai tidak lagi dapat terpusat di Pulau Jawa.

CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F. mengatakan, perusahaan telah lebih dulu memperkuat kehadiran di berbagai wilayah Indonesia dengan memiliki 32 titik infrastruktur yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Ini bukan sekadar footprint, tetapi langkah nyata untuk memastikan kesiapan infrastruktur digital yang merata dan mampu menangkap demand yang terus tumbuh di luar Jawa,” kata Andreuw kepada Bisnis, Rabu (13/5/2026).

Menurut Andreuw, pengembangan data center di Indonesia Timur dilakukan untuk menciptakan redundancy akses digital nasional terhadap koneksi global, selain pengembangan data center hyperscale di Batam.

Dia menilai lokasi-lokasi tersebut sebagai strategic digital gateway karena memiliki keunggulan konektivitas internasional dan kedekatan dengan hub digital berskala besar. Posisi itu dinilai penting untuk menangkap permintaan global terhadap layanan digital dan data center.

Namun, Andreuw menegaskan ekspansi yang dilakukan perusahaan bukan sekadar memperluas lokasi operasional.

“Fokus kami adalah membangun infrastruktur yang siap menghadapi lonjakan kebutuhan AI dan hyperscale, dengan standar global, efisiensi energi, dan prinsip green data center,” katanya.

Di sisi lain, Andreuw mengakui pengembangan data center di luar Pulau Jawa masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, kesiapan tiap wilayah masih beragam, mulai dari infrastruktur pendukung, pasokan energi, konektivitas digital, hingga availability talenta digital untuk mendukung operasional data center agar tetap kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan regional maupun global.

Karena itu, pengembangan data center perlu mempertimbangkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh agar investasi yang dilakukan dapat berjalan optimal dan sustainable dalam jangka panjang.

Meski demikian, NeutraDC melihat perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah dinilai terus memperkuat infrastruktur digital nasional dan kelistrikan guna mendorong pemerataan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini menjadi pondasi penting untuk mendukung pertumbuhan industri data center yang lebih terdistribusi ke depan,” kata Andreuw.

Dia mengatakan, industri data center membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi agar investasi di wilayah non-Jawa dapat berkembang lebih cepat dan sustainable.

Menurut NeutraDC, terdapat sejumlah pilar strategis yang dibutuhkan agar investasi data center di luar Jawa menjadi lebih feasible. Salah satunya adalah kepastian pasokan energi, termasuk energi hijau (green energy), yang kini semakin dibutuhkan perusahaan global.

Hal itu menjadi penting karena banyak perusahaan internasional mulai mensyaratkan suplai listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang stabil dan bersertifikat renewable energy certificate (REC).

Selain itu, perusahaan juga menilai insentif fiskal yang kompetitif diperlukan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Mengingat industri data center merupakan investasi jangka panjang dengan nilai expenditure besar, dukungan berupa kemudahan perpajakan, impor perangkat teknologi tinggi, pengembangan talenta digital, hingga insentif pembangunan infrastruktur dinilai akan meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara lain di kawasan dalam menarik investasi hyperscale dan AI infrastructure.

Andreuw juga menyoroti pentingnya konektivitas digital yang andal serta kesiapan ekosistem pendukung agar pengembangan kawasan digital baru di luar Jawa dapat berjalan optimal.

“Kami optimistis wilayah di luar Pulau Jawa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan digital baru yang mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu regional digital hub utama di Asia Tenggara,” kata Andreuw.

#data-center #neutradc #telkom-indonesia #tlkm #pusat-data

https://teknologi.bisnis.com/read/20260513/101/1973581/anak-usaha-telkom-neutradc-siapkan-data-center-kedua-di-indonesia-timur