Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar pendidikan jenjang tertinggi Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusdik... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 14/05/26 17:02 221269
SEMARANG - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar pendidikan jenjang tertinggi Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusdik Binmas Polri Semarang pada 12 – 17 Mei 2026.Pendidikan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia seperti dari Bali, Kalteng, Kepri, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, hingga DIY.
Kegiatan ini dibuka secara langsung Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, perwakilan PWNU, dan pengurus PW Ansor Jateng.
Dalam sambutannya, Addin mencanangkan tahun ini sebagai momentum besar bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi total pola kaderisasi di tubuh organisasi. Menurut Addin, kemajuan sebuah organisasi maupun peradaban sangat bergantung pada kualitas manusianya.
"Tidak ada peradaban yang maju, tidak ada organisasi yang maju tanpa membangun sumber daya manusia," tegasnya, Kamis (14/5/2026).
Sebagai langkah konkret, PP GP Ansor telah merencanakan 10 agenda kaderisasi tingkat tinggi hingga Desember 2026 yang tersebar di berbagai zona wilayah Indonesia, mulai dari jenjang LI 1, PKN, hingga Susbanpim dan Sesko.
Lihat video: Jadi Lembaga Think Tank Kebijakan Prabowo-Gibran, GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center
“Transformasi ini tidak hanya menyasar kuantitas, tetapi juga kualitas melalui pembaruan kurikulum, metodologi, narasumber, hingga pola kerja organisasi,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Addin memberikan penekanan khusus mengenai jati diri Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Addin menyebut Banser bukanlah sekadar pasukan berseragam, melainkan sebuah persaudaraan perjuangan yang diikat oleh nilai, tradisi, loyalitas, dan komando yang tertib. Addin juga menekankan pentingnya disiplin organisasi.
"Sebuah kalimat menjadi bermakna karena ada struktur, fungsi, dan posisi. Begitu pula organisasi; tidak bisa berjalan tanpa struktur, pasukan tidak bisa bergerak tanpa komando, dan gerakan tidak akan berhasil tanpa pembagian tugas," jelasnya.
Addin mengingatkan tugas utama kader adalah membangun cerita baik atau legasi yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Addin menekankan misi besar GP Ansor melampaui urusan administratif, yakni menjaga bangsa, negeri, agama, dan Nahdlatul Ulama.
“Seluruh peserta agar menjaga disiplin moral dan menjadi sumber inspirasi bagi pasukan di daerah masing-masing. Jadilah pemimpin bagi dirinya dan berikan contoh bahwa sahabat-sahabat adalah sumber inspirasi, sumber moral, dan sumber keteladanan," tegasnya.
(cip)
#gp-ansor #kaderisasi #banser #gerakan-pemuda-ansor #nahdlatul-ulama-nu