Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara

Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara

Profil pendidikan Nadiem Makarim menarik untuk diulas. Ia menjadi sorotan publik usai dituntut 18 tahun pidana penjara dalam kasus dugaan pengadaan Chromebook.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 15/05/26 11:36 221682

JAKARTA - Profil pendidikan Nadiem Makarim menarik untuk diulas. Ia menjadi sorotan publik usai dituntut 18 tahun pidana penjara dalam kasus dugaan pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026), jaksa penuntut umum menuntut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) ini dengan pidana 18 tahun penjara serta denda Rp1 miliar yang wajib dibayarkan dalam waktu satu bulan. Apabila tidak dibayar, denda tersebut diganti dengan hukuman subsider 190 hari atau sekitar 6,5 bulan penjara.

Tak hanya itu, Nadiem juga dikenakan pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp809 miliar dan Rp4,8 triliun. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan hukuman tambahan selama 9 tahun penjara.

Usai menjalani sidang, Nadiem mengaku tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintahan meski kini menghadapi tuntutan berat.

“Saya akan ucapkan sekali lagi, saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah. Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup. Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik, itu hanya kesempatan sekali dalam hidup,” ujar Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Meski demikian, ia mengaku kecewa dan sakit hati atas tuntutan tersebut. Menurutnya, pengabdian yang selama ini ia lakukan di dunia pendidikan justru berujung pada proses hukum yang berat.

“Jelas saya kecewa. Saya sakit hati, saya patah hati. Orang tuh cuma patah hati kalau dia cinta dengan negara,” katanya.

Profil Pendidikan Nadiem Makarim



Nadiem Anwar Makarim merupakan anak dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ia menikah dengan Franka Franklin dan dikaruniai empat orang anak.

Perjalanan pendidikan Nadiem terbilang mentereng. Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA dengan berpindah-pindah antara Jakarta dan Singapura.

Setelah lulus SMA di Singapura, Nadiem melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2002 dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.

Saat kuliah, Nadiem juga sempat mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2006.

Tiga tahun setelah lulus, Nadiem melanjutkan pendidikan pascasarjana di Harvard Business School dan berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA).

Perjalanan Karier Nadiem Makarim



Sebelum dikenal sebagai pendiri Gojek dan menteri, Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company pada periode 2006-2009.

Setelah menyelesaikan pendidikan MBA, ia turut mendirikan Zalora Indonesia pada 2011-2012 dan menjabat sebagai Managing Editor.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Chief Innovation Officer (CIO) di Kartuku pada 2013-2014.

Namun, nama Nadiem mulai dikenal luas setelah fokus mengembangkan Gojek yang telah ia rintis sejak 2011. Di bawah kepemimpinannya, Gojek berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.

Pada 2019, Nadiem memutuskan mundur dari jabatan Direktur Utama Gojek setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2019-2024.
(nnz)

#nadiem-makarim #nadiem-anwar-makarim #gojek #kasus-laptop-chromebook

https://edukasi.sindonews.com/read/1707067/211/jejak-pendidikan-nadiem-makarim-eks-menteri-lulusan-harvard-yang-dituntut-18-tahun-penjara-1778817940