Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja sama perdagangan dan industri dengan kawasan Eurasia melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 15/05/26 20:07 222077
JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja sama perdagangan dan industri dengan kawasan Eurasia melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjajaki potensi industri strategis Belarus guna mendukung kebutuhan nasional di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga modernisasi pertanian."Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Minsk, Belarus, melalui keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus bidang kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik. Dalam agenda tersebut, Airlangga memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Belarus untuk meninjau sejumlah industri utama bersama Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky.
Perusahaan yang dikunjungi meliputi Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ atau Minsk Automobile Plant, serta BelAZ Holding Management Company. Ketiga perusahaan tersebut dikenal sebagai basis industri manufaktur Belarus yang unggul di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern.
Pada kunjungan ke MTZ, Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung program ketahanan pangan nasional dan pengembangan food estate di Indonesia. MTZ juga menawarkan pelatihan dan transfer teknologi serta menyatakan kesiapan menyesuaikan spesifikasi alat sesuai kebutuhan Indonesia.
Sementara pada kunjungan ke MAZ, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri, termasuk potensi perakitan lokal (local assembly), transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.
Adapun dalam pertemuan dengan BelAZ Holding Company, pembahasan difokuskan pada peluang penguatan kerja sama sektor alat berat pertambangan. Kedua negara menjajaki pengembangan ekosistem pemeliharaan, perakitan lokal, serta potensi rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.
Belarus sendiri memiliki basis manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor industri mencapai sekitar 20,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Negara tersebut juga dikenal memiliki tingkat swasembada pangan hingga 96% berkat pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian modern.
Pemerintah Indonesia menilai kerja sama tersebut dapat mendukung agenda industrialisasi nasional sekaligus memperkuat efisiensi sektor pertambangan dan pertanian. Selain itu, kunjungan ini diharapkan menjadi tindak lanjut konkret hasil SKB ke-8 RI–Belarus serta memperkuat persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada masa mendatang.
(nng)
#airlangga-hartarto #belarus #indonesia #kerja-sama #alat-pertanian