Rumah Subsidi Bakal Wajib Punya Satu Pohon, Pemerintah Makin Serius Garap Wacana Penghijauan Permukiman
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah bersama asosiasi pengembang telah mendiskusikan kebijakan tersebut di kawasan perumahan subsidi.
(WE Finance) 18/05/26 23:49 224296
Warta Ekonomi, Jakarta -Pemerintah terus mengkaji kebijakan “satu rumah subsidi satu pohon” sebagai bagian dari upaya penghijauan kawasan permukiman dan pelestarian ekosistem perumahan.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah bersama asosiasi pengembang telah mendiskusikan kebijakan tersebut untuk mendukung penghijauan di kawasan perumahan subsidi.
“Kita akan mengeluarkan sebuah kebijakan yang kita diskusikan bersama untuk satu rumah subsidi yang dibangun, ada satu pohon,” kata Maruarar di Kementerian PKP, Jakarta, Senin (18/5/2026) dilansir dari Antara.
Menurut Ketua Umum Realestat Indonesia Joko Suranto menilai program tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung penghijauan sekaligus merespons dampak perubahan iklim yang semakin terasa.
Ia menjelaskan mekanisme penanaman pohon nantinya akan diserahkan kepada pengembang dan penghuni rumah agar dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masing-masing kawasan.
Menurut Joko, REI sebelumnya juga telah memiliki program sejuta pohon yang kemudian didiskusikan bersama pemerintah hingga muncul konsep satu rumah satu pohon.
Dukungan juga datang dari Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat. Ketua Umumnya, Ari Tri Priyono, mengatakan asosiasi pengembang mendukung penuh kebijakan tersebut karena dinilai tidak membebani pengembang.
“Itu tinggal nambah Rp100 ribu atau Rp200 ribu sudah jadi,” ucap Tri.
Ia menilai program tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang hijau dan kualitas lingkungan permukiman. Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bahwa kondisi cuaca yang semakin panas tidak cukup diatasi hanya dengan penggunaan pendingin ruangan.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional Muhammad Syawali menilai program satu rumah satu pohon dapat membantu mengurangi dampak suhu panas sekaligus meningkatkan daya resap air di kawasan perumahan.
Menurutnya, pohon bakal menambah penghijauan dan ketersediaan air lebih stabil di tanah tersebut.
Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan dan pembiayaan sekitar 350 ribu rumah subsidi pada 2026. Selain program penghijauan, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan sektor perumahan seperti KPR FLPP tenor hingga 40 tahun, relaksasi SLIK OJK, serta percepatan penyelesaian persoalan lahan perumahan subsidi.
Sejumlah asosiasi pengembang pun menyatakan dukungan terhadap rencana kebijakan tersebut karena dinilai dapat mendorong penghijauan kawasan permukiman tanpa membebani pengembang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas lingkungan hidup.