Jaga Daya Beli, Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 153,1 T untuk Subsidi dan Kompensasi
Kemenkeu laporkan realisasi belanja subsidi dan kompensasi Rp 153,1 T hingga April 2026, menjamin daya beli.
(Kompas.com) 20/05/26 10:22 225926
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp 153,1 triliun hingga 30 April 2026.
Nilai tersebut setara 34,4 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, belanja subsidi dan kompensasi digunakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“Belanja subsidi dan kompensasi untuk menjaga daya beli masyarakat, ya kami bayar sesuai dengan yang diminta oleh PLN dan Pertamina,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Dari total realisasi tersebut, belanja subsidi tercatat sebesar Rp 74,9 triliun, sedangkan belanja kompensasi mencapai Rp 78,2 triliun.
Purbaya menjelaskan, tingginya realisasi subsidi dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya volume konsumsi energi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga membayar uang muka subsidi pupuk serta menanggung kenaikan penyaluran BBM, elpiji, dan listrik bersubsidi.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih terkendali karena Indonesia pernah menghadapi lonjakan harga energi global saat konflik Rusia-Ukraina pada 2022.
Hingga April 2026, pemerintah mencatat penyaluran BBM subsidi mencapai 4.704,6 ribu kiloliter atau tumbuh 8,2 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Sementara itu, penyaluran elpiji 3 kilogram mencapai 2.152,8 juta kilogram atau meningkat 3,7 persen.
Untuk subsidi listrik, pemerintah telah menjangkau 42,9 juta pelanggan atau tumbuh 2,2 persen.
Adapun pupuk subsidi tersalurkan sebanyak 2,9 juta ton atau naik 25,2 persen.
Di sisi lain, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah diberikan kepada 1,54 juta debitur sepanjang empat bulan pertama tahun ini.
Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga April 2026 mencapai Rp 826 triliun atau tumbuh 51,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja kementerian/lembaga tercatat mencapai Rp 400,5 triliun atau tumbuh 57,9 persen, sedangkan belanja non-kementerian/lembaga terealisasi Rp 425,5 triliun atau meningkat 45,2 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#daya-beli-masyarakat #harga-energi-global #belanja-subsidi #kompensasi-apbn