Bursa di Asia Menguat, IHSG Sesi I Justru Terperosok 2,76 Persen
Pelemahan IHSG hingga sesi I masih dipicu tekanan besar pada saham-saham konglomerasi.
(Kompas.com) 21/05/26 12:32 227498
JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan jual masih membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi satu perdagangan Kamis (21/5/2026). Setelah sempat dibuka menguat, indeks akhirnya tergelincir ke level 6.144 atau melemah 2,76 persen.
Pelemahan IHSG masih dipicu tekanan besar pada saham-saham konglomerasi. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tercatat menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 14,7 persen.
Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 12,5 persen dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 11,3 persen.
Tidak hanya saham konglomerasi, tekanan juga menjalar ke saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip. Saham PT Astra International Tbk (ASII), misalnya, ikut melemah 3,4 persen dan turut menekan pergerakan indeks.
Pelemahan terjadi merata di seluruh indeks sektoral. Hingga siang ini, seluruh sektor berada di zona merah dengan kontraksi terdalam dialami sektor bahan baku atau IDX Basic serta sektor energi atau IDX Energy.
Pergerakan IHSG tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama di Asia yang justru bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hanya bursa Hong Kong yang tercatat mengalami koreksi tipis.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat di 6.366,485 dan bergerak naik hingga menyentuh posisi tertinggi 6.378,811. Namun, tekanan jual yang masif membuat indeks berbalik arah dan melorot hingga menyentuh angka terendah 6.134,992.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah dominasi saham-saham yang terkoreksi. Sebanyak 601 saham tercatat melemah, hanya 118 saham menguat dan 94 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan pada sesi satu tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 19,916 miliar saham. Adapun nilai transaksi pasar menyentuh Rp 9,784 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.285.918 kali transaksi.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menyusut menjadi sekitar Rp 10.642,231 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang