Bus Cepat (BRT) di Bandung dan Medan Disiapkan buat Kurangi Macet

Bus Cepat (BRT) di Bandung dan Medan Disiapkan buat Kurangi Macet

Pemerintah percepat pengembangan bus cepat (BRT) di Bandung dan Medan untuk kurangi macet dan buat perjalanan warga lebih efisien.

(Kompas.com) 21/05/26 12:41 227499

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mempercepat pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di Bandung Raya dan Mebidang (Medan, Binjai, Deli Serdang) untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengarahkan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama World Bank tengah mengembangkan proyek BRT Bandung Basin Metropolitan Area di wilayah Cekungan Bandung serta BRT Mebidang yang mencakup Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Muiz Thohir mengatakan, proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi publik nasional yang mendukung konektivitas harian masyarakat.

“Kami terus berupaya mengembangkan sistem dan layanan transportasi publik melalui pengembangan angkutan massal perkotaan, sistem BRT, serta integrasi antarmoda,” kata Muiz dalam Busworld Southeast Asia Conference 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, pemerintah saat ini fokus membangun infrastruktur utama seperti jalur khusus, halte, hingga Intelligent Transport System (ITS) guna mendukung operasional BRT yang lebih efisien.

“Saat ini kami bekerja sama dengan World Bank untuk mengembangkan pilot project BRT Sumatera Utara dan BRT di Bandung dengan dedicated lane, halte, termasuk pengembangan ITS untuk mensupport operasional,” ujar Muiz.

Ia menjelaskan, keberhasilan transformasi transportasi perkotaan di kawasan ASEAN sangat ditentukan oleh tersedianya layanan bus yang andal, efisien, terjangkau, dan inklusif.

Karena itu, pemerintah memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku industri, dan mitra pembangunan agar transportasi publik semakin terintegrasi dan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Jadi konsep yang kita kembangkan di BRT Bandung maupun Medan adalah kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelas Muiz.

Menurut dia, pemerintah pusat akan membangun infrastruktur BRT, sementara penyediaan armada termasuk bus listrik menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

BRT Bandung Raya Ditargetkan Beroperasi 2027

Salah satu proyek yang dipercepat ialah BRT Bandung Raya yang akan menghubungkan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Proyek tersebut disiapkan untuk mendukung integrasi mobilitas kawasan metropolitan Bandung sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas harian.

Sistem BRT Bandung Raya direncanakan memiliki 18 rute layanan dengan dukungan 256 titik halte serta depo di Leuwipanjang dan Cicaheum.

Pemerintah menargetkan operasional penuh layanan tersebut dimulai pada pertengahan 2027.

Saat ini pembangunan halte dan depo terus berjalan di sejumlah titik. Penataan kawasan penunjang transportasi juga dilakukan, termasuk penertiban bangunan semi permanen di kawasan Jalan Ahmad Yani atau Cicadas.

BRT Mebidang Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer

Selain Bandung Raya, pemerintah juga mempercepat pembangunan BRT Mebidang yang menghubungkan Kota Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Proyek ini diproyeksikan menjadi model pengembangan transportasi massal perkotaan di luar Pulau Jawa.

BRT Mebidang dibangun dengan konsep transportasi modern agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi menuju angkutan umum.

Infrastruktur yang disiapkan mencakup 32 halte utama, 696 halte tambahan, serta jalur khusus sepanjang 21 kilometer.

Pembangunan halte saat ini berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Medan, seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja.

Selama proses konstruksi, sejumlah ruas jalan mengalami peningkatan kepadatan kendaraan sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.

Muiz menegaskan, transformasi mobilitas yang lebih bersih, cerdas, terhubung, dan inklusif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Apabila kita ingin kota yang lebih bersih, maka perlu sistem transportasi lebih ramah lingkungan, jika ingin mobilitas yang lebih efisien, diperlukan sistem transportasi yang lebih cerdas,” kata dia.

Menurut Muiz, konektivitas antarmoda dan antarwilayah juga menjadi kunci agar perjalanan masyarakat semakin seamless dan efisien.

Melalui pengembangan BRT di berbagai wilayah, pemerintah berharap sistem transportasi publik Indonesia menjadi lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus mampu menekan kemacetan di kawasan perkotaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #kemenhub #brt

https://money.kompas.com/read/2026/05/21/124124726/bus-cepat-brt-di-bandung-dan-medan-disiapkan-buat-kurangi-macet