BMRI, BBTN hingga BBCA Ungkap Target Kredit Usai BI Kerek Suku Bunga Jadi 5,25%
Sejumlah bank nasional buka suara setelah Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Bank menilai kebijakan itu sebagai langkah yang tepat menjaga ekonomi.
(Katadata) 21/05/26 15:29 227739
Sejumlah bank nasional buka suara setelah Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Bank menilai kebijakan itu sebagai langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus menegaskan kesiapan menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter. Di antaranya juga optimis target kredit akan tercapai.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan pihaknya menyambut baik keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Mei 2026 yang menaikkan BI Rate menjadi 5,25%. Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, langkah tersebut mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengendalikan inflasi.
Menurut dia, inflasi April 2026 yang tercatat 2,42% secara tahunan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia. Selain itu, BI juga memastikan kecukupan likuiditas tetap terjaga guna mendukung fungsi intermediasi perbankan ke depan.
“Bank Mandiri memandang kebijakan ini sebagai langkah yang tepat dan memperkuat fondasi makroekonomi nasional dalam jangka menengah,” kata Adhika dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Dia mengatakan Bank Mandiri akan terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasabah, pertumbuhan bisnis berkelanjutan, dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Menurut Adhika, penyesuaian suku bunga kredit maupun simpanan akan dilakukan secara terukur sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ekosistem penggerak ekonomi nasional.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter guna memastikan intermediasi berjalan optimal bagi nasabah dan perekonomian nasional,” ujarnya.
Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN menyatakan industri perbankan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk potensi kenaikan suku bunga acuan.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan setiap bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta rutin melakukan stress test untuk mengantisipasi dampak kenaikan BI Rate terhadap peningkatan biaya dana atau cost of fund.
“Bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta melakukan stress test secara berkala dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dana (cost of fund),” kata Ramon.
Untuk mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan biaya pendanaan, BTN juga terus menjaga struktur pendanaan tetap efisien melalui penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebagai fokus utama strategi funding perseroan.
Sementara itu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan, pihaknya senantiasa mencermati keputusan BI yang menaikkan suku bunga. “Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn kepada Katadata, Kamis (21/5).
Hera menjelaskan, BCA secara konsisten memantau perkembangan suku bunga acuan serta berbagai indikator makroekonomi lainnya dalam menentukan kebijakan suku bunga perseroan. Selain itu, BCA juga mempertimbangkan potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan hingga dinamika pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.
Menurut dia, perseroan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat di tengah perubahan kondisi pasar. Di saat yang sama, BCA juga melakukan evaluasi berkala terhadap tingkat suku bunga kredit agar tetap sesuai dengan kemampuan pasar dan daya beli masyarakat.
Hingga April 2026, kredit bank only BCA mencapai Rp 965 triliun. Perseroan optimis target pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap dapat tercapai. Ke depan, BCA akan terus mendorong penyaluran kredit berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan manajemen risiko secara disiplin.