Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Poltekkes Kemenkes Jakarta II kembali memperkuat kerja sama internasional. Dalam kesempatan ini, Daegu Health College digandeng untuk mendukung peningkatan kualitas... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 22/05/26 09:30 228587
JAKARTA - Poltekkes Kemenkes Jakarta II kembali memperkuat kerja sama internasional. Dalam kesempatan ini, Daegu Health College digandeng untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan kesehatan yang modern dan berstandar internasional.Poltekkes Kemenkes Jakarta II bersama Daegu Health College melaksanakan Opening Ceremony of Dental Work Station pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Auditorium Prof. H. Ghani Ilyas.
Kegiatan ini pun menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan gigi yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi modern.
Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Luthfi Rusyadi menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama internasional dengan Daegu Health College dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kesehatan gigi di Indonesia.
Dalam sambutannya, dia pun berharap kolaborasi yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya, mulai dari program pertukaran mahasiswa, pengembangan riset, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi dosen dan tenaga pengajar.
Luthfi juga menyampaikan rasa bangga atas hadirnya fasilitas Dental Work Station yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai sarana meningkatkan keterampilan, pengalaman praktik, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi kesehatan gigi yang semakin maju.
"Kehadiran laboratorium modern ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan standar internasional sehingga lulusan memiliki kompetensi unggul dan berdaya saing global," katanya, melalui siaran pers, dikutip Jumat (22/5/2026).

Foto/Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Selanjutnya, Prof. Park Gwangsik menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan proyek Official Development Assistance (ODA) yang kini telah memasuki tahun kelima sekaligus menjadi tahun terakhir pelaksanaan program.
Menurutnya, berbagai capaian kerja sama yang telah dilaksanakan menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan gigi yang lebih modern dan berkualitas. Ia mengapresiasi berbagai capaian kerja sama yang telah terlaksana, mulai dari peningkatan fasilitas dan peralatan pembelajaran hingga penguatan kapasitas dosen dan tenaga pengajar.
Prof. Park juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan kesehatan di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Jang Eun Jin turut menyampaikan harapan agar kolaborasi antara kedua institusi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan melalui bidang pendidikan dan kesehatan.
Sementara Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Firianti menekankan pentingnya penguatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut melalui kolaborasi lintas institusi serta dukungan teknologi pembelajaran modern.
Ia menyampaikan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan bersama yang perlu mendapatkan perhatian serius melalui penguatan pendidikan, layanan, dan kolaborasi antar institusi.
Dia menegaskan bahwa dalam bidang kesehatan gigi terdapat dua fokus utama, yakni Terapis Gigi dan Mulut serta Teknologi Laboratorium Medis Gigi yang diharapkan dapat berkembang secara beriringan dan saling mendukung.
Dirjen SDMK juga berharap kerja sama yang telah terjalin dengan Prof. Park tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi kesehatan gigi, tetapi juga mendukung peningkatan layanan kesehatan mulut, khususnya layanan terapi kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, dia mendorong adanya pengembangan program pertukaran mahasiswa maupun dosen guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan kesehatan.
Lebih lanjut, Yuli menekankan pentingnya kolaborasi antar Poltekkes, termasuk sinergi antara Poltekkes Kemenkes Jakarta I dan Poltekkes Kemenkes Jakarta II agar setiap institusi dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam upaya memajukan pendidikan serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.
Peresmian Dental Work Station ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas pembelajaran modern tersebut untuk mendukung proses pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan berstandar global di bidang teknologi kesehatan gigi.
Prosesi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan gigi yang profesional dan kompetitif di tingkat internasional.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa serta mendukung terciptanya lulusan tenaga kesehatan yang unggul dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
Melalui kerja sama internasional ini, Poltekkes Kemenkes Jakarta II dan Daegu Health College berharap dapat terus membangun sinergi positif dalam pengembangan pendidikan kesehatan, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan demi kemajuan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing global.
(nnz)
#politeknik-kesehatan-poltekkes-kemenkes #kedokteran-gigi #kesehatan-gigi-dan-mulut #kemenkes #kerja-sama-pendidikan