Kisah Tegar Istri Jemaah Haji Firdaus: Ikut Cari Suami Selama Seminggu, Kini Ikhlas Melepasnya
Jemaah haji bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72) yang dilaporkan hilang selama sepekan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Jabal Kuday.... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/05/26 19:47 230221
MAKKAH - Kabar duka mendalam mewarnai operasional haji Indonesia di Tanah Suci menjelang puncak ibadah Armuzna. Jemaah haji bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72) yang dilaporkan hilang selama sepekan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.Jenazah almarhum ditemukan pertama kali oleh aparat keamanan Arab Saudi yang sedang berpatroli di kawasan Jabal Kuday. Penemuan pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat itu langsung dievakuasi dan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
Setelah proses evakuasi, jenazah langsung dibawa ke fasilitas forensik kepolisian setempat untuk proses identifikasi menyeluruh. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) kemudian menerima laporan kecocokan ciri-ciri jenazah dengan laporan orang hilang.
Sesuai dengan prosedur dan keutamaan meninggal di Tanah Suci, jenazah almarhum Firdaus akan dikebumikan di Arab Saudi. Sebelum dimakamkan, almarhum mendapatkan penghormatan terakhir dengan disalatkan langsung di Masjidil Haram.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, membenarkan kronologi penemuan jemaah haji tersebut. Identitas jenazah dipastikan cocok dengan data yang sedang dicari secara maraton oleh timnya.
"KJRI memberitahukan kepada kami bahwa di forensik dokumen tersebut ada jenazah yang ciri-cirinya mirip seperti apa yang beberapa hari kami laporkan ke pihak kepolisian," terang Muftiono kepada Tim Media Center Haji di Makkah.
Sebelum kepastian ini datang, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tak kenal lelah melakukan pencarian dari sektor ke sektor. Istri almarhum, Nafsiah, bahkan turut serta menelusuri berbagai titik sambil memantau rekaman kamera pengawas (CCTV).
Pencarian panjang yang menguras emosi itu kini berujung pada keikhlasan yang luar biasa dari sang istri. Nafsiah menerima ketetapan takdir ini dengan ketegaran hati dan kebesaran jiwa.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak. Saya dari Indonesia ini, atas bantuan yang saya bersyukur, Masya Allah, ya begitu besar," ungkap Nafsiah dengan tegar.
Di tengah duka yang mendalam, ia tak henti mendoakan seluruh petugas yang telah mendampinginya selama sepekan terakhir. Rasa syukur tetap terucap atas segala upaya maksimal yang telah dikerahkan oleh negara.
Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji almarhum yang terputus akan diambil alih sepenuhnya oleh negara. Pemerintah menjamin almarhum akan mendapatkan fasilitas badal haji secara gratis pada musim operasi tahun ini.
Di balik kepastian badal haji tersebut, Kemenhaj juga menyerukan agar seluruh petugas dan sesama jemaah membangun budaya saling menjaga secara kolektif.
Kepekaan sosial antar-jemaah kini diposisikan sebagai instrumen pencegahan utama, terutama menjelang fase puncak Armuzna yang menguras fisik. Jemaah diminta tidak acuh dan harus langsung bergerak jika melihat adanya keganjilan di lapangan.
"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, terutama jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu," pesan Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi.
Hasan juga mengimbau, bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada petugas haji yang bersiaga penuh selama 24 jam.
Kolaborasi aktif antara kepedulian jemaah dan kesigapan petugas diharapkan mampu mewujudkan operasional haji yang aman dan kondusif.
(shf)
#haji #ibadah-haji #jemaah-haji #kementerian-haji-dan-umrah #haji-2026