Dirut Bulog: Petugas serap gabah tak libur demi perkuat swasembada
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan petugas penyerapan gabah tetap bekerja tanpa libur di tengah kebijakan work from home (WFH) ...
(Antara) 29/05/26 23:17 235431
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan petugas penyerapan gabah tetap bekerja tanpa libur di tengah kebijakan work from home (WFH) demi menjaga stok pangan dan memperkuat capaian swasembada beras.
Ditemui usai pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat, Rizal mengatakan petugas penyerapan gabah tidak mengenal hari libur karena mereka harus selalu berada di lokasi panen untuk memastikan hasil petani terserap optimal setiap hari.
"Kalau (petugas) yang serap gabah, enggak ada WFH dia. Enggak ada tanggal merah dia. Petani tiap hari panen, kalau ada panen ya, dia (petugas penyerap gabah) ada di situ," kata Rizal.
Selain itu, Rizal menyebutkan pekerja gudang Bulog juga tetap beroperasi selama 24 jam penuh dan tujuh hari dalam sepekan guna menerima pasokan gabah dari berbagai daerah sentra produksi nasional.
Ia mengatakan tingginya volume gabah yang masuk membuat aktivitas gudang Bulog semakin sibuk karena arus penyerapan hasil panen petani meningkat signifikan sepanjang musim panen tahun ini.
Dia menyebut pekerja gudang kini hampir tidak memiliki waktu istirahat karena setiap hari harus menangani masuknya gabah dan beras dalam jumlah besar.
Bulog juga terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyediaan gudang baru setelah sebagian besar gudang yang tersedia saat ini berkapasitas sekitar 4 juta ton terisi penuh oleh stok hasil serapan petani di dalam negeri.
"Sekarang kita cari tambahan (sewa) gudang gudang (swasta kapasitas) 2 juta ton," ujar dia.
Menurut dia, tingginya penyerapan gabah menjadi bukti produksi pertanian nasional mengalami peningkatan sekaligus menunjukkan kepercayaan petani terhadap Bulog sebagai penyangga pangan pemerintah nasional.
Bulog masih mengandalkan kerja sama dengan berbagai mitra maklon untuk memperkuat penyerapan gabah karena keterbatasan jumlah tenaga kerja organik yang dimiliki perusahaan hingga saat ini.
Ia menjelaskan jumlah pegawai organik Bulog hanya sekitar 4 ribu orang dan bersama tenaga outsourcing total keseluruhan pekerja perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang secara nasional.
Dari jumlah tersebut, tenaga yang benar-benar dapat diterjunkan langsung ke lapangan diperkirakan hanya sekitar hingga 3 ribu orang untuk mendukung penyerapan gabah petani secara nasional.
Lebih lanjut Rizal juga mengatakan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029 berdampak positif terhadap mutu beras nasional karena proses penyerapan kini lebih selektif dibandingkan sebelumnya.
Inpres itu menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram dengan segala kualitas yang telah memasuki usia panen di tingkat petani.
Inpres tersebut juga menetapkan target pengadaan gabah atau setara beras untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak empat juta ton sepanjang 2026.
Menurut dia, pengawasan kualitas gabah yang semakin ketat membuat stok beras pemerintah menjadi lebih baik sehingga kualitas cadangan pangan nasional dapat terus terjaga dengan optimal.
Ia mengakui sebelumnya sempat ditemukan praktik gabah berkualitas buruk sehingga menurunkan mutu hasil serapan dan merugikan proses penyimpanan di gudang Bulog nasional.
"Dampaknya sekarang bagus, berasnya lebih bagus. Kalau kemarin mohon maaf ada yang rendemennya rendah," kata Rizal.
Bulog memperkuat sistem jemput gabah langsung ke lokasi panen bersama pendampingan Babinsa agar proses penyerapan berjalan transparan sekaligus meminimalkan praktik kecurangan di lapangan.
Bulog mencatat penyerapan hasil panen petani hingga akhir Mei 2026 telah mencapai sekitar 2,96 juta ton setara beras atau 74 persen dari target 4 juta ton sepanjang tahun ini.
Perusahaan BUMN pangan tersebut juga mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026 guna memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan nasional.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
#dirut-bulog #petugas #serap-gabah #tak-libur #swasembada #cbp