Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
IDF klaim Letnan Jenderal Eyal Zamir dan para perwira militer senior berada di bunker untuk mengatur dan memimpin serangan. Iran telah meluncurkan gelombang kedua... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 08/06/26 12:42 243321
TEL AVIV - Iran telah meluncurkan gelombang kedua serangan rudal ke Israel pada Senin (8/6/2026). Sirene meraung-raung di seluruh Israel tengah dan selatan saat misil-misil Teheran terdeteksi.Iran meluncurkan gelombang kedua serangan tak lama setelah kelompok Houthi Yaman menembakkan rudal ke negara Yahudi tersebut. Gelombang pertama serangan Teheran telah diluncurkan pada Minggu malam.
Mengutip laporan The Jerusalem Post, sebuah lingkungan di Israel tengah terkena serangan. Tiga rumah rusak, namun tak diungkap apakah ada korban jiwa dalam serangan Iran.
Pusat Medis Galilea di Nahariya dan Pusat Medis Tzafon di Poriya telah beralih ke protokol darurat, memindahkan operasi mereka ke bawah tanah dan ke ruang terlindungi. Itu sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan dan Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel.
"Kami siap memberikan respons medis terbaik dan teraman kepada penduduk utara, dan kami akan terus melakukannya dalam skenario dan situasi apa pun," kata Direktur Pusat Medis Galilea, Masad Barhoum.
Sementara itu, Kepala Staf Militer Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir dan para perwira militer senior dilaporkan berlindung di bunker Angkatan Udara Israel. Menurut IDF, jenderal tertinggi Zionis berada di bunker tersebut untuk mengatur dan memimpin serangan.
"IDF siaga dan siap untuk terus bertindak di semua front melawan mereka yang mengancam Negara Israel," imbuh IDF.
Sebelumnya, IDF mengeklaim telah mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman dan mengaktifkan sirene serangan udara di beberapa wilayah Israel.
“Sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman,” kata IDF dalam sebuah unggahan di X.
Pada Minggu malam, Iran menembakkan rentetan rudal ke Israel yang diklaim sebagai balasan atas kampanye pengeboman berkelanjutan Zionis di Lebanon.
Iran menyatakan bahwa serangannya semalam hanyalah peringatan kepada Israel dan "pukulan telak" lainnya akan menyusul jika Israel terus melanjutkan serangan terhadap Lebanon.
"Jika Israel memperluas serangannya di wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, Israel akan menghadapi pukulan yang lebih telak dan disesalkan, dan serangan dahsyat akan diluncurkan terhadap rezim dan para pendukungnya," kata markas operasional Khatam Al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan rudal-rudal yang ditembakkan Iran menghantam Pangkalan Udara Ramat David. Menurut IRGC, pangkalan tersebut telah diidentifikasi sebagai lokasi peluncuran agresi Zionis Israel terhadap Lebanon.
Sementara itu, IDF mengumumkan telah membombardir wilayah-wilayah Iran pada Senin pagi sebagai pembalasan atas serangan rentetan rudal Teheran semalam. Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan mengguncang tiga kota setelah serangan udara Zionis di wilayah tengah dan barat.
"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," bunyi siaran televisi pemerintah Iran yang diunggah di Telegram.
Laporan lain menyebutkan bahwa ledakan juga terdengar di dekat kota Karaj di Iran tengah.
IDF mengakui telah menyerang target militer di Iran barat dan tengah. "Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah," tulis IDF di Telegram.
Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan mengenai korban atau lokasi pasti serangan tersebut.
Iran telah menangguhkan semua penerbangan masuk ke Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran sampai pemberitahuan lebih lanjut. Bandara Internasional Imam Khomeini adalah salah satu dari dua bandara di Teheran dan baru-baru ini dibuka kembali pada bulan April setelah ditutup selama beberapa minggu karena konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.
(mas)
#iran #israel #jenderal #perang-iran-vs-israel #amerika-serikat