Dolar dan Harga Energi Makin Mahal, Industri Galangan Kapal Tertekan
Industri galangan kapal yang masih bergantung pada pasokan material dari luar negeri.
(Republika) 08/06/26 14:27 243477
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menekan industri galangan kapal nasional. Kenaikan kurs yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya pengadaan material impor membengkak, di tengah lonjakan harga energi dan bahan baku yang turut membebani pelaku usaha.
Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor perdagangan internasional, tetapi juga industri galangan kapal yang masih bergantung pada pasokan material dari luar negeri.
Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami mengatakan, eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat telah memicu kenaikan harga berbagai komoditas dan material yang dibutuhkan industri galangan kapal.
"Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang masih bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri," kata Anita, dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Data Iperindo menunjukkan harga Solar B40 naik hingga 89,19 persen. Sementara itu, harga LPG 12 kilogram meningkat 16,16 persen dan LPG 50 kilogram naik 26,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada berbagai material utama pembangunan kapal. Harga plat baja tercatat naik antara 7 persen hingga 12,60 persen, sedangkan harga cat kapal meningkat sekitar 21 persen.
"Khusus untuk pemakaian bahan bakar industri di galangan kapal, harapannya bisa mendapatkan BBM subsidi dari Pemerintah," ujar Anita.
Selain itu, harga zinc anode naik 12,87 persen dan aluminium anode meningkat 13,61 persen. Harga oli untuk kebutuhan operasional galangan juga naik antara 15 persen hingga 40 persen, sementara bahan plastik meningkat sekitar 30 persen hingga 50 persen.
Anita menjelaskan, sekitar 45 persen kebutuhan material dan peralatan industri galangan kapal nasional masih berasal dari impor. Kondisi tersebut membuat industri sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS.
#industri-galangan-kapal #kurs-dolar #nilai-tukar-rupiah #harga-energi #iperindo #industri-maritim #reparasi-kapal #pembangunan-kapal #bahan-baku-impor #konflik-timur-tengah #iran-amerika-serikat #sela