Hipmi: Program strategis pemerintah berperan tumbuhkan UMKM di daerah
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari mengatakan bahwa program strategis yang dijalankan ...
(Antara) 10/06/26 19:42 246430
Hipmi berkomitmen untuk memperkuat peran UMKM di seluruh Indonesia, karena mayoritas anggota Hipmi yang ada di seluruh Indonesia berlatar belakang UMKM, utamanya pengusaha kelas menengah
Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari mengatakan bahwa program strategis yang dijalankan pemerintah berperan dalam menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah.
"Dalam tiga tahun terakhir, Hipmi telah berjuang keras melakukan transformasi di tengah tantangan ekonomi global. Kami telah berhasil melakukan digitalisasi keanggotaan, memperluas akses permodalan dan memperkuat inkubasi bisnis bagi anggota baru di daerah-daerah," ujar Akbar Himawan Buchari dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ke-18 Hipmi di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya bertugas mencetak pengusaha, tapi juga ikut serta membangun ekosistem yang berkelanjutan agar UMKM dapat naik kelas dan pengusaha muda mampu bersaing di tingkat global.
"Untuk itu Hipmi berkomitmen untuk memperkuat peran UMKM di seluruh Indonesia, karena mayoritas anggota Hipmi yang ada di seluruh Indonesia berlatar belakang UMKM, utamanya pengusaha kelas menengah," katanya.
Dia menjelaskan adanya program strategis pemerintah dan Presiden Republik Indonesia yakni program ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, dan Makan Bergizi Gratis (MBG), berperan dan berdampak besar terhadap pertumbuhan UMKM serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang ada di daerah.
"Kita tahu bersama bahwa UMKM menjadi backbone pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari 60 persen dari PDB kita disumbangkan oleh UMKM, dan juga lebih dari 93 persen tenaga kerja kita diserap oleh sektor UMKM. Untuk itu kami mengapresiasi program-program strategis pemerintah yang mampu menumbuhkembangkan UMKM di daerah, serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang ada di daerah," ucap dia.
Menurut dia, adanya Muna Ke-18 Hipmi tidak hanya sebagai forum pemilihan ketua umum, melainkan sebagai wadah konsolidasi kekuatan ekonomi nasional. Dengan berkumpul untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah dan memperkuat barisan dalam mendukung agenda besar pemerintahan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
"Kita tidak ingin kemerdekaan kita hanya sekedar seremoni, oleh karena itu Munas Ke-18 Hipmi ini menjadi ajang untuk merumuskan kontribusi nyata, serta memastikan Indonesia tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga berdaulat secara ekonomi. Hipmi harus berdiri di paling depan untuk terus mengawal program prioritas pemerintah, Hipmi pun harus tetap menjadi lokomotif utama pembangunan ekonomi nasional," tambahnya.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026