Saham SpaceX Terbang pada Hari Pertama, Naik 19 Persen
Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS
(Kompas.com) 13/06/26 09:11 248986
KOMPAS.com – Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS, setelah perusahaan milik Elon Musk itu mencatatkan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah pasar modal.
Dikutip dari Yahoo Finance, saham SpaceX yang diperdagangkan dengan kode SPCX dibuka pada harga 150 dollar AS, atau naik sekitar 11 persen dibandingkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham yang ditetapkan sehari sebelumnya.
Saham perusahaan roket dan satelit tersebut bahkan sempat melonjak lebih dari 30 persen pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian kenaikannya dan ditutup di level 160,95 dollar AS per saham.
IPO SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.345 triliun (kurs Rp 17.941 per dollar AS), menjadikannya penawaran saham perdana terbesar yang pernah tercatat.
Mengutip CNBC, lonjakan harga saham pada hari pertama perdagangan mengangkat valuasi SpaceX menjadi sekitar 2,1 triliun dollar AS atau setara Rp 37.676 triliun (asumsi kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham SpaceX masih menguat hingga mendekati 167 dollar AS per saham sehingga kapitalisasi pasarnya mendekati 2,2 triliun dollar AS.
Investor Berebut Saham SpaceX
Minat investor terhadap saham SpaceX terbilang sangat tinggi sejak masa penawaran awal.
SpaceX menawarkan sekitar 555,6 juta saham dalam IPO tersebut. Penjamin emisi juga memiliki opsi greenshoe untuk menjual tambahan sekitar 83 juta saham jika permintaan pasar melebihi alokasi awal.
Laporan Reuters menyebutkan IPO SpaceX mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga empat kali lipat.
Data awal dari Vanda Research menunjukkan investor ritel menjadi salah satu pendorong utama reli saham SpaceX pada hari pertama perdagangan.
"SPCX kini menjadi saham yang paling banyak dibeli investor ritel hari ini dan bahkan tidak ada yang mendekati," tulis Vanda Research dalam catatannya.
X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.Sementara itu, CNBC melaporkan volume perdagangan saham SpaceX menembus lebih dari 500 juta saham pada hari pertama, mendekati rekor yang pernah dicatat Facebook saat melantai di bursa pada 2012.
Citadel Securities juga menyebut debut SpaceX mencatat aktivitas pemesanan investor ritel tertinggi yang pernah terjadi dalam sebuah IPO.
SpaceX Jadi Perusahaan AS Terbesar Keenam
Menurut Bespoke Investment Group, valuasi SpaceX saat ini menjadikannya perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat.
Nilai perusahaan tersebut berada di bawah Amazon yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 2,54 triliun dollar AS, tetapi sudah melampaui Broadcom yang bernilai sekitar 1,81 triliun dollar AS.
Bespoke juga mencatat nilai SpaceX kini sekitar 700 miliar dollar AS lebih besar dibandingkan Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang juga dipimpin Musk. Kapitalisasi pasar SpaceX bahkan lebih dari dua kali lipat nilai Berkshire Hathaway.
Ist Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.Ambisi Besar di Bisnis AI dan Satelit
Elon Musk mengatakan SpaceX telah mencatat arus kas positif sejak sekitar 2015.
Musk menjelaskan keputusan membawa perusahaan ke pasar saham dilakukan untuk mendanai fase pertumbuhan berikutnya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas jaringan satelit komunikasi Starlink, menambah lebih dari 100.000 satelit di orbit, serta membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Pada Februari 2026, SpaceX juga mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Musk. Akuisisi tersebut membawa model AI Grok, pusat data, dan platform media sosial X ke dalam ekosistem bisnis SpaceX.
Analis Wedbush Dan Ives mengatakan IPO SpaceX merupakan momen penting bagi sektor teknologi, khususnya di tengah pesatnya perkembangan industri AI.
"SpaceX melantai di bursa merupakan momen penting bagi sektor teknologi yang lebih luas ketika revolusi AI dan data memasuki fase berikutnya," tulis Ives dalam catatan risetnya.
Analis Ingatkan Risiko Volatilitas
Meski mendapat sambutan luar biasa dari investor, sejumlah analis memperingatkan bahwa pergerakan saham SpaceX berpotensi sangat fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.
Pendiri dan CEO Kurv Investment Management Howard Chan mengatakan volatilitas harga saham masih akan tinggi hingga pasar menemukan valuasi yang dianggap wajar.
"Saham ini diperkirakan akan mengalami volatilitas tinggi," ujar Chan.
Pandangan serupa juga disampaikan analis CFRA Research Keith Snyder. Dikutip dari CNBC, Snyder menilai valuasi SpaceX saat ini sulit dibenarkan berdasarkan fundamental perusahaan.
Menurut prospektus, SpaceX masih membukukan akumulasi kerugian sebesar 41,3 miliar dollar AS sejak berdiri pada 2002. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar 18,7 miliar dollar AS dan rugi bersih sekitar 4,9 miliar dollar AS.
Meski demikian, debut gemilang SpaceX semakin memperkuat posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Bahkan, kombinasi kepemilikannya di SpaceX dan Tesla membuat Musk tercatat sebagai triliuner pertama dalam sejarah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bursa-saham #elon-musk #pasar-saham-as #bursa-nasdaq #ipo-spacex #ipo-spacex-elon-musk #saham-spacex