Petronas Temukan Cadangan Migas 1 Miliar Barrel Setara Minyak di Suriname
Petronas mengumumkan delapan penemuan eksplorasi di lepas pantai Suriname dengan total potensi sumber daya melebihi 1 miliar barrel setara minyak.
(Kompas.com) 24/06/26 19:00 258821
PARAMARIBO, KOMPAS.com – Perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, mengumumkan delapan penemuan eksplorasi di lepas pantai Suriname dengan total potensi sumber daya melebihi 1 miliar barrel setara minyak (barrels of oil equivalent/boe).
Temuan cadangan migas tersebut disampaikan Chief Operating Officer Petronas, Mohd Jukris Abdul Wahab, dalam konferensi energi yang berlangsung di Paramaribo, Suriname, Selasa (24/6/2026).
Penemuan terbaru berasal dari Blok 52 lepas pantai Suriname, wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan eksplorasi migas paling menjanjikan di Amerika Selatan.
SHUTTERSTOCK Ilustrasi migas. Pengeboran migas di lepas pantai, salah satu penopang iklim investasi sektor hulu.Selain minyak, Petronas juga menemukan cadangan gas yang dinilai memiliki prospek pengembangan komersial.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Petronas di tengah meningkatnya persaingan global untuk menemukan sumber energi baru, sekaligus memperluas portofolio perusahaan di luar Malaysia.
Buka potensi lebih dari 1 miliar barrel setara minyak
Jukris mengatakan hingga saat ini Petronas telah mencatat delapan penemuan eksplorasi yang sukses di Blok 52.
"Hingga saat ini, kami telah melakukan delapan penemuan eksplorasi yang sukses, membuka potensi lebih dari satu miliar barrel setara minyak, sambil terus memajukan solusi rendah karbon, operasi yang aman, dan investasi pada sumber daya manusia, teknologi, dan kemampuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi negara," ujar Jukris, dikutip dari The Star, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan eksplorasi perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan energi jangka panjang di Suriname.
PIXABAY/KRISTIAN KAPUSTIENE Ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai atau rig.Selain mengejar pertumbuhan produksi migas, Petronas juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan solusi energi yang lebih rendah emisi, menjaga standar keselamatan operasi, serta meningkatkan investasi pada sumber daya manusia dan teknologi.
Potensi sumber daya lebih dari 1 miliar boe yang ditemukan di Blok 52 menjadikan wilayah tersebut salah satu aset strategis perusahaan di kawasan Atlantik.
Beroperasi di koridor migas Golden Lane
Petronas menilai keberhasilan eksplorasi tidak terlepas dari posisi geografis Blok 52 yang berada di kawasan geologi prospektif.
Jukris menyebut blok tersebut berada di koridor yang dikenal sebagai "Golden Lane", kawasan yang telah menarik perhatian industri migas internasional karena memiliki karakteristik geologi yang serupa dengan sejumlah lapangan migas besar di wilayah sekitarnya.
"Blok 52 terletak di koridor yang sangat prospektif, Golden Lane, yang didukung oleh analog regional yang kuat dan fokus industri yang berkelanjutan," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan lepas pantai Suriname dan negara tetangganya, Guyana, menjadi salah satu pusat eksplorasi energi global setelah serangkaian penemuan minyak dan gas dalam jumlah besar.
Keberhasilan Guyana meningkatkan produksi minyak hingga lebih dari 900.000 barel per hari turut mendorong minat perusahaan-perusahaan energi internasional untuk memperluas aktivitas eksplorasi di kawasan tersebut.
Siapkan keputusan investasi final tahun ini
Selain melakukan eksplorasi minyak, Petronas juga aktif mengembangkan sumber daya gas alam di Suriname.
SHUTTERSTOCK Ilustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.Perusahaan sebelumnya telah menyatakan penemuan gas Sloanea di Blok 52 layak dikembangkan secara komersial. Setelah deklarasi tersebut, Petronas diperkirakan akan mengambil keputusan investasi final atau final investment decision (FID) pada tahun ini.
Keputusan tersebut akan menjadi langkah penting sebelum proyek memasuki tahap pengembangan dan produksi.
Pengembangan cadangan gas di Suriname dinilai dapat memperkuat portofolio gas Petronas yang selama ini menjadi salah satu pilar utama bisnis perusahaan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan tren transisi energi, gas alam dipandang memiliki peran penting sebagai sumber energi dengan emisi yang relatif lebih rendah dibandingkan batu bara maupun minyak.
Suriname andalkan investor asing untuk kembangkan migas lepas pantai
Keberhasilan Petronas juga mendapat perhatian dari pemerintah Suriname.
Presiden Suriname, Jennifer Simons, menyebut penemuan terbaru tersebut sebagai kabar baik bagi negaranya.
"Ini benar-benar kabar baik untuk kami," ungkap Simons, dikutip dari Reuters.
Menurut dia, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan berbagai proyek minyak dan gas pada masa mendatang.
"Hal ini meletakkan dasar bagi berbagai pengembangan minyak dan gas serta masa depan yang lebih cerah bagi Suriname," ujarnya.
Pemerintah Suriname saat ini berupaya mengikuti jejak Guyana yang berhasil mentransformasi sektor energinya melalui pengembangan migas lepas pantai bersama perusahaan-perusahaan energi internasional.
Bagi Suriname, investasi dari perusahaan seperti Petronas dinilai penting untuk mempercepat pengembangan sumber daya energi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
SHUTTERSTOCK/GOLDEN DAYZ Ilustrasi produksi minyak, harga minyak mentah.Produksi migas pertama ditargetkan mulai 2028
Di luar proyek Petronas, Suriname juga tengah mempersiapkan produksi perdana dari sumber daya migas lepas pantainya.
Menteri Perminyakan Suriname, Patrick Brunings, mengatakan produksi pertama dari sumber daya offshore negara tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Proyek itu akan dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin oleh TotalEnergies.
Menurut Brunings, perkembangan eksplorasi di Suriname masih menyimpan potensi tambahan.
"Masih ada beberapa kejutan lagi," katanya.
Pemerintah juga membuka putaran perizinan terbuka melalui perusahaan energi negara Staatsolie yang mencakup lebih dari 70.000 kilometer persegi wilayah lepas pantai di lima sektor offshore.
Program tersebut memungkinkan perusahaan energi mengajukan program kerja eksplorasi sekaligus memperoleh kontrak bagi hasil produksi atau perjanjian studi bersama.
Gas jadi peluang baru bagi Petronas
Selain minyak, temuan gas di Suriname berpotensi membuka peluang bisnis baru bagi Petronas.
Brunings mengatakan, jika cadangan gas yang ditemukan dalam jumlah besar dapat dikembangkan, Suriname memiliki peluang membangun industri berbasis gas, termasuk industri bauksit dan petrokimia.
"Jika kita menemukan banyak gas, kita dapat membangun berbagai industri, seperti industri bauksit dan industri petrokimia," tuturnya.
Pemerintah juga melihat peluang ekspor gas di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap pasokan energi yang stabil.
"Kita juga bisa fokus pada ekspor gas. Seluruh dunia sekarang mencari pemasok gas yang andal, dan kami yakin kami dapat memainkan peran itu dengan sangat baik," ujar Brunings.
Bagi Petronas, perkembangan tersebut dapat memperluas peluang monetisasi cadangan gas yang ditemukan di Blok 52, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam bisnis gas global yang terus berkembang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang