SIEXPO 2026 perkuat UMKM dan koperasi petani sawit
Pameran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 siap mendukung penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi petani sawit di ...
(Antara) 28/06/26 18:32 262097
Jakarta (ANTARA) - Pameran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 siap mendukung penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi petani sawit di tengah tantangan industri sawit akibat dinamika ekonomi global.
Ketua Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan SIEXPO yang akan digelar pada 6 - 8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau tersebut akan lebih banyak melibatkan UMKM, koperasi petani, pesantren, hingga perguruan tinggi selain dari kalangan industri hulu hingga hilir sawit.
"Tahun ini, meski ada guncangan di industri sawit maupun ekonomi global, antusiasme pelaku industri tetap tinggi. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan koperasi ikut berpartisipasi," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
SIEXPO yang kali ini memasuki tahun ke empat, lanjutnya menjadi salah satu pameran industri sawit yang secara konsisten membuka ruang bagi pelaku usaha kecil yang mana tahun ini, sekitar 20 booth disiapkan khusus bagi UMKM dan koperasi.
"Biasanya pameran hanya diikuti korporasi besar atau manufaktur besar. Kami justru sejak awal melibatkan UMKM, koperasi petani, perguruan tinggi, hingga sekolah-sekolah sawit. Kami ingin memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh," ujarnya.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan tagline SIEXPO, yakni "Yang Kecil Ditingkatkan, Yang Menengah Diperbesar, dan Yang Besar Dijaga."
Qayuum menyatakan mengusung tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit", SIEXPO 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan industri sawit nasional.
Kolaborasi antarpemangku kepentingan, tambahnya, akan melahirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan dan pengolahan sawit.
Ia menambahkan, konsep resiliensi dipilih karena industri sawit terbukti memiliki daya tahan tinggi menghadapi berbagai krisis ekonomi.
"Sawit tetap bertahan saat krisis moneter 1998 maupun pandemi Covid-19. Industri ini tetap menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia," ujarnya.
Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 8.000 orang, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung.
Menurut Qayuum, penyelenggaraan SIEXPO selama ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui transaksi bisnis yang terjadi selama maupun setelah pameran.
Sementara itu, Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, menambahkan jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 184 booth, dibandingkan sekitar 150 booth pada tahun lalu.
Ratusan peserta tersebut akan menampilkan beragam solusi bagi industri sawit, mulai dari produsen AI, alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleochemical, benih sawit, drone, digitalisasi, logistik, kendaraan Listrik, hingga perangkat keselamatan kerja.
Pewarta: Subagyo
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#siexpo-2026 #sawit-indonesia-expo #umkm #koperasi-petani-sawit
https://www.antaranews.com/berita/5626361/siexpo-2026-perkuat-umkm-dan-koperasi-petani-sawit