Wall Street Jagokan Micron Jadi "Nvidia Berikutnya", Apa Penyebabnya?

Wall Street Jagokan Micron Jadi "Nvidia Berikutnya", Apa Penyebabnya?

Micron mencuri perhatian Wall Street usai valuasinya sempat melampaui Meta dan Tesla, didorong lonjakan permintaan chip memori AI.

(Kompas.com) 29/06/26 05:38 262223

KOMPAS.com – Perusahaan pembuat chip memori asal Amerika Serikat (AS), Micron Technology, menjadi sorotan Wall Street setelah nilai pasarnya melonjak tajam berkat ledakan permintaan industri kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Yahoo Finance, lonjakan tersebut membuat Micron sempat melampaui kapitalisasi pasar Meta dan Tesla pada perdagangan Kamis (25/6/2026) waktu AS.

Meski sehari kemudian nilainya kembali turun, perusahaan itu tetap berada di jajaran emiten teknologi dengan valuasi terbesar di dunia.

Optimisme investor didorong oleh tingginya permintaan chip memori untuk pusat data AI yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2027.

Saham Micron melonjak lebih dari 236 persen dalam sebulan

Micron yang berbasis di Boise, Idaho, menutup perdagangan Jumat dengan kapitalisasi pasar sekitar 1,27 triliun dollar AS.

Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar Meta mencapai sekitar 1,39 triliun dollar AS, sedangkan Tesla sekitar 1,42 triliun dollar AS.

Harga saham Micron juga mencatat kenaikan luar biasa. Dalam satu bulan terakhir, saham perusahaan tersebut melesat lebih dari 236 persen hingga ditutup di level 1.132 dollar AS per saham.

Kenaikan ini menjadi pencapaian yang signifikan mengingat selama bertahun-tahun hingga pertengahan 2025 harga saham Micron berada di bawah 100 dollar AS.

Diuntungkan ledakan pembangunan pusat data AI

Jika dahulu Micron lebih dikenal sebagai produsen kartu memori berukuran kecil untuk komputer pribadi maupun ponsel, kini bisnis utamanya justru mendapat keuntungan besar dari pembangunan pusat data AI secara masif.

Permintaan chip memori jenis DRAM, NAND, terutama High-Bandwidth Memory (HBM) meningkat pesat karena dibutuhkan dalam server AI.

HBM merupakan jenis memori berkecepatan tinggi yang dirancang untuk mengolah data dalam jumlah besar dengan konsumsi daya lebih efisien. Teknologi ini menjadi komponen penting pada akselerator AI modern.

Satu server AI membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan sebuah laptop, sehingga kebutuhan chip memori meningkat drastis.

Google Ilustrasi data center AI.

Nvidia hingga Microsoft borong chip memori

Permintaan tersebut datang dari berbagai perusahaan teknologi besar.

Produsen sistem AI seperti Nvidia, bersama perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala besar (hyperscaler), membeli chip memori dalam jumlah sangat besar.

Di antaranya Microsoft, Amazon Web Services (AWS), Google, Meta, dan Oracle.

Kondisi ini membuat perusahaan lain yang juga membutuhkan chip memori ikut melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk mengamankan pasokan, mulai dari produsen komputer seperti Dell dan HP hingga berbagai produsen perangkat elektronik lainnya.

Akibatnya, pasokan chip memori global menjadi semakin ketat.

Fenomena "RAMageddon" diperkirakan berlanjut hingga 2027

Kelangkaan chip memori tersebut kini dikenal dengan istilah RAMageddon.

Fenomena ini menggambarkan kondisi ketika permintaan memori jauh melampaui kemampuan industri dalam memproduksi chip, sehingga memicu kenaikan harga.

Menurut laporan Yahoo Finance, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2027.

Dampaknya mulai dirasakan konsumen karena harga berbagai produk elektronik, termasuk perangkat Apple dan konsol Xbox, ikut terdorong naik akibat meningkatnya biaya komponen memori.

Pendapatan dan laba Micron melonjak tajam

Permintaan yang tinggi tercermin dalam kinerja keuangan Micron pada kuartal ketiga tahun fiskalnya.

Pendapatan perusahaan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 41,45 miliar dollar AS.

Sementara itu, laba bersih melonjak dari 1,88 miliar dollar AS menjadi 28,2 miliar dollar AS.

Micron juga memberikan prospek positif dengan memperkirakan pendapatan kuartal keempat berada di kisaran 49 miliar dollar AS hingga 51 miliar dollar AS.

Kinerja tersebut semakin memperkuat keyakinan investor bahwa Micron berpotensi menjadi salah satu perusahaan AI dengan pertumbuhan tercepat setelah Nvidia.

Perjanjian jangka panjang menjadi penopang optimisme

Industri chip memori selama ini dikenal memiliki siklus bisnis yang fluktuatif.

Produsen seperti Micron maupun Samsung harus mengeluarkan investasi besar untuk membangun fasilitas produksi baru. Namun, ketika kapasitas produksi meningkat, permintaan sering kali justru mulai melemah sehingga terjadi kelebihan pasokan dan harga chip turun.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Micron menegaskan telah mengamankan sejumlah kontrak pasokan jangka panjang.

Perusahaan menyebut telah menjalin kerja sama dengan Nvidia dan laboratorium AI Anthropic, serta menandatangani 16 perjanjian strategis dengan pelanggan di sektor pusat data, elektronik konsumen, dan otomotif.

Dalam presentasi kinerjanya, Micron mengatakan kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengubah model bisnis perusahaan secara fundamental sekaligus memberikan kepastian pendapatan dalam jangka panjang.

Analis teknologi William Blair, Sebastien Naji, menilai pertumbuhan permintaan chip memori masih lebih cepat dibandingkan penambahan kapasitas produksi global.

"Kami melihat kemungkinan besar harga jual rata-rata (ASP) akan terus meningkat dalam beberapa kuartal mendatang. Ditambah semakin banyaknya perjanjian jangka panjang dengan pelanggan utama, kami melihat potensi pertumbuhan laba yang lebih berkelanjutan dan mempertahankan rekomendasi Outperform," tulis Naji.

Meski demikian, menurut laporan tersebut, masih terlalu dini untuk memastikan apakah Micron benar-benar mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi tanpa kembali mengalami siklus penurunan yang selama ini menjadi karakter industri chip memori.

Namun, untuk sesaat pekan lalu, perusahaan asal Amerika Serikat itu berhasil mencatatkan valuasi yang melampaui sejumlah raksasa teknologi dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#micron-technology #wall-street #kapitalisasi-pasar #saham-as #chip-memori #saham-micron

https://money.kompas.com/read/2026/06/29/053800226/wall-street-jagokan-micron-jadi-nvidia-berikutnya-apa-penyebabnya-