Mayoritas Produksi Manufaktur untuk Suplai Kebutuhan Dalam Negeri, Bosch Ikut Ambil Bagian
Bosch bangun pabrik baru di Cikarang, dukung industri manufaktur RI yang mayoritas menyuplai pasar lokal.
(Kompas.com) 19/11/25 21:07 43824
CIKARANG, KOMPAS.com – Industri manufaktur Indonesia semakin fokus menyuplai kebutuhan dalam negeri. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menekankan bahwa struktur industri pengolahan di Tanah Air lebih berorientasi pada pasar domestik dibanding ekspor.
“Hal ini menunjukkan bahwa struktur industri pengolahan di Indonesia lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibandingkan pada ekspor produk manufaktur,” ujar Setia dalam acara peletakan batu pertama pabrik Bosch di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).
Berdasarkan laporan World Bank dan United Nations Statistics, nilai tambah manufaktur Indonesia (manufacturing value added/MVA) terus meningkat sejak 2019 dan mencapai 265,07 dollar AS atau sekitar Rp 4,37 triliun pada 2024, menempatkan Indonesia dalam 15 negara dengan MVA tertinggi.
Namun, nilai ekspor industri manufaktur pada Januari–Juni 2025 tercatat 102 miliar dollar AS atau Rp 1.683 triliun, lebih rendah dibanding Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
“Sekitar 80 persen produksi manufaktur nasional masih untuk pemenuhan pasar dalam negeri, sedangkan 20 persen untuk ekspor,” tambah Setia.
Keunggulan pasar domestik ini sekaligus menjadi latar bagi ekspansi Bosch di Indonesia. Kehadiran pabrik baru ini diharapkan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga mendukung pengembangan industri kendaraan rendah emisi di Tanah Air.
Sebagai informasi, pabrik Bosch di Cikarang seluas 82.000 meter persegi akan memproduksi kipas pendingin mesin, Electronic Control Unit (ECU), wiper, dan Battery Management System (BMS) untuk kendaraan listrik.
Presiden Bosch Asia Tenggara, Vijay Ratnaparkhe, menyebut pembangunan pabrik membutuhkan investasi 25 juta euro atau sekitar Rp 483,8 miliar.
“Kami juga bertujuan membangun rantai pasokan lokal dengan meningkatkan manufaktur dan sumber daya lokal,” kata Vijay.
Pabrik ini akan dioperasikan oleh tenaga kerja terlatih, dan setelah pengembangan, Bosch berencana melatih lebih banyak pekerja lokal, sekaligus mendukung transformasi industri hijau berdaya saing global.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang