Gus Yahya Tepis Ada Unsur Politis di Tengah Polemik Internal PBNU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan polemik di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) tidak dapat dikaitkan dengan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 24/11/25 07:28 47594
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan polemik di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) tidak dapat dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu. Gus Yahya, menyebut hingga kini tidak ditemukan bukti yang mengarah pada adanya aktor ataupun agenda politik di balik dinamika internal tersebut.“Unsur politis itu orang bisa khawatir tapi unsur politis apa? Dengan analisa seperti apa ini semuanya gak jelas,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (23/11/2025) malam.
Menurut Gus Yahya, setiap perbedaan pandangan dalam organisasi kerap ditarik ke ranah politik. Namun khusus dalam situasi ini, Gus Yahya menilai tidak ada indikasi konkret yang dapat dibuktikan. “Dalam setiap dinamika yang melibatkan pro kontra seperti ini orang selalu menyebut unsur politis. Tapi ini politiknya siapa? Untuk siapa? Hari ini kita belum bisa lihat apa-apa,” tegasnya.
Gus Yahya menjelaskan persoalan yang muncul lebih banyak dipicu oleh perbedaan persepsi serta beredarnya informasi yang belum diverifikasi. Ia menilai penyebaran informasi yang tidak jelas dan tidak diklarifikasi sepenuhnya dapat menimbulkan fitnah dan merugikan berbagai pihak.
“Informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas itu jadinya fitnah. Maka harus diklarifikasi Tuntas supaya tidak ada lagi fitnah,” ujarnya.
Gus Yahya juga mengingatkan fitnah merupakan bentuk ketidakadilan yang dampaknya sangat berat bagi para korbannya. Karena itu, Gus Yahya meminta semua pihak menghentikan penyebaran rumor dan prasangka yang tidak memiliki dasar kuat.
“Fitnah itu perbuatan tidak adil yang dampak terhadap korbannya itu akan terlalu berat. Maka informasi-informasi itu harus diklarifikasi. Dan rumor-rumor yang tidak jelas yang merupakan praduga, prasangka harus dihentikan dan bukannya dihembus-hembuskan atau dikultus-kultuskan,” papar Gus Yahya.
(cip)
#nahdlatul-ulama-nu #pbnu #ketum-pbnu #kepentingan-politik #kh-yahya-cholil-staquf