Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Isu Damai Rusia-Ukraina dan Pasokan Berlebih
Harga minyak dunia turun akibat isu damai Rusia-Ukraina dan pasokan berlebih, meski negosiasi damai belum pasti. OPEC+ tetap pada produksi minyaknya.
(Bisnis.Com) 03/12/25 09:53 58927
Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia melemah di tengah sikap hati-hati pasar yang menimbang meredanya harapan perdamaian Rusia–Ukraina dengan meningkatnya kekhawatiran kelebihan pasokan global.
Melansir Reuters pada Rabu (3/12/2025) harga minyak berjangka jenis Brent turun 72 sen atau 1,14% ke level US$62,45 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) melemah 68 sen atau 1,15% menjadi US$58,64 per barel.
Kedua acuan utama tersebut sebelumnya menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (1/12/2025) lalu.
Pelaku pasar kini menyoroti perkembangan negosiasi damai Rusia–Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, di Kremlin pada Selasa (2/12/2025).
Menjelang pertemuan itu, Putin memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Moskow siap berperang apabila konflik dengan Rusia pecah. Dia juga mengancam akan memutus akses Ukraina ke laut sebagai respons atas serangan drone terhadap kapal tanker armada bayangan Rusia di Laut Hitam.
Putin dijadwalkan memulai kunjungan dua hari ke India pada Kamis, dengan agenda mendorong peningkatan penjualan minyak Rusia, sistem rudal, dan jet tempur, guna memulihkan hubungan energi dan pertahanan yang sempat tertekan akibat tekanan Amerika Serikat terhadap negara Asia Selatan tersebut.
Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pernyataan yang saling bertolak belakang dari Rusia memicu volatilitas pasar minyak.
“Retorika yang beragam itu sempat memberi keyakinan bahwa Rusia akan tetap menjadi pemasok minyak ke India. Namun, komentar Putin juga menandakan kesepakatan damai mungkin belum sedekat yang diharapkan pasar,” ujarnya.
Dari sisi pasokan, Caspian Pipeline Consortium pada Senin menyatakan telah melanjutkan pengiriman minyak dari salah satu titik tambat di terminal Laut Hitam setelah menghentikan operasi akibat serangan drone besar Ukraina pada Sabtu lalu.
Selain itu, sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang mengangkut minyak bunga matahari dilaporkan turut menjadi sasaran serangan drone di lepas pantai Turki pada Selasa.
Analis Rystad Energy Janiv Shah menilai tekanan harga dari kondisi kelebihan pasokan global sementara tertahan oleh gangguan infrastruktur Rusia serta meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Tekanan harga akibat kondisi pasar global yang berlebih pasokan diimbangi oleh serangan terhadap infrastruktur Rusia yang meningkat sepanjang akhir pekan, serta memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela,” kata Shah.
Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan menyatakan wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela seharusnya dianggap tertutup, yang kembali menambah ketidakpastian pasar, mengingat negara Amerika Selatan tersebut merupakan salah satu produsen minyak utama dunia.
Sementara itu, aliansi produsen minyak OPEC+ sepakat mempertahankan tingkat produksi minyak tanpa perubahan untuk kuartal I/2026 dalam pertemuan pada Minggu, di tengah upaya memperlambat langkah merebut kembali pangsa pasar seiring kekhawatiran potensi limpahan pasokan global.
#harga-minyak #minyak-dunia #isu-damai #rusia-ukraina #pasokan-berlebih #harga-minyak-turun #minyak-brent #minyak-wti #pasar-minyak #negosiasi-damai #konflik-rusia #serangan-drone #pasar-global #ketega