Inflasi Majalengka Naik, Ekonomi Sekitar Bandara Kertajati Didesak Tancap Gas Lagi
Inflasi Majalengka naik 2,95% pada November 2025, didorong oleh kenaikan harga makanan dan kebutuhan rumah tangga. Pengendalian harga tetap jadi fokus.
(Bisnis.Com) 03/12/25 10:00 58928
Bisnis.com, MAJALENGKA-- Laju inflasi di Kabupaten Majalengka terus bergerak dalam tren moderat menjelang akhir tahun.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year on year (y-on-y) pada November 2025 tercatat 2,95% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 109,98.
Pergerakan harga tersebut menegaskan adanya tekanan dari sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kebutuhan harian rumah tangga.
Kepala BPS Kabupaten Majalengka, Joni Kasmuri, menjelaskan dinamika harga komoditas yang membentuk angka inflasi bulan ini.
"Beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan cukup signifikan hingga mendorong inflasi y-on-y tetap berada di zona positif,\' kata Joni, Rabu (3/11/2025).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 4,18%. Lonjakan ini menunjukkan masih kuatnya tekanan harga pada bahan pangan, terutama komoditas musiman yang mulai terdampak cuaca serta tingginya permintaan menjelang pergantian musim tanam.
Kelompok pakaian dan alas kaki turut mencatat kenaikan 2,97%. Kenaikan ini diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat pada momen akhir tahun, baik untuk kebutuhan sekolah maupun persiapan libur panjang.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,11%. Joni menyebut kenaikan ringan tersebut dipengaruhi penyesuaian tarif layanan tertentu serta perubahan pola konsumsi terkait cuaca yang mulai memasuki musim hujan.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,14%. Menurut Joni, tren ini memperlihatkan meningkatnya belanja rumah tangga untuk pemeliharaan perabot dan peralatan domestik.
Kelompok transportasi tumbuh 0,55%, berkaitan dengan pergerakan harga angkutan serta bahan bakar. Sektor rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat kenaikan 2,05%, mengindikasikan peningkatan aktivitas hiburan jelang liburan akhir tahun.
Kelompok pendidikan naik 1,37%, sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 0,78% seiring meningkatnya frekuensi konsumsi di luar rumah.
Tekanan terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 18,21%, menunjukkan adanya penyesuaian harga layanan harian seperti perawatan tubuh dan kebutuhan non-esensial lain.
Dua Kelompok Mengalami Penurunan Indeks
Meski sebagian besar kelompok mencatat kenaikan, dua kelompok pengeluaran turun tipis. Kelompok kesehatan turun 0,09% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,44%. Penurunan ini cukup membantu menahan laju inflasi agar tidak bergerak lebih tinggi.
Selain inflasi tahunan, BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) November 2025 berada di angka 0,22%. Angka ini mencerminkan adanya kenaikan harga bulanan yang relatif moderat dan berada dalam batas kewajaran menjelang akhir tahun.
Adapun inflasi year to date (y-to-d) Majalengka pada November 2025 berada di 2,56%. Joni menilai capaian tersebut menandakan stabilitas harga masih terjaga meski tekanan musiman mulai terasa.
“Pergerakan inflasi sampai November tetap terkendali. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memonitor komoditas strategis agar lonjakan harga menjelang akhir tahun tetap dapat diantisipasi,” ujar Joni.
Dengan tren inflasi yang cenderung stabil, Majalengka memasuki penghujung 2025 dengan optimisme kehati-hatian. Meski beberapa komoditas menunjukkan tekanan cukup kuat, pengendalian distribusi dan ketersediaan barang menjadi kunci menjaga harga tetap stabil dalam beberapa bulan ke depan.
#inflasi-majalengka #ekonomi-kertajati #bandara-kertajati #inflasi-2025 #indeks-harga-konsumen #kelompok-pengeluaran #harga-komoditas #bahan-pangan #konsumsi-masyarakat #perumahan-majalengka #transport