Olimpiade dan Lomba PAI 2025 Ditutup, Sekjen Kemenag Dorong Penguatan Kurikulum Cinta
Kemenag menekankan pentingnya penguatan kurikulum cinta saat penutupan Olimpiade dan Semarak Lomba PAI 2025 di Jakarta pada Selasa (2.12.2025) malam. Olimpiade... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 03/12/25 12:35 59189
JAKARTA - Olimpiade dan Semarak Lomba Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 resmi ditutup di Jakarta pada Selasa, 2 Desember 2025 malam. Kementerian Agama (Kemenag) menekankan pentingnya penguatan kurikulum cinta.Acara puncak yang dihadiri para gubernur, wali kota, pejabat daerah, Kabid PAI/PAKIS/Pendis pada Kanwil Kemenag Provinsi, serta ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan pendidikan agama di masa depan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamarudin Amin menyampaikan salam hormat dan pesan khusus dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang sedianya hadir namun berhalangan. Sebab, harus memenuhi undangan Raja Arab Saudi sebagai salah satu pengarah Masjid Nabawi.
Menteri menitipkan apresiasi mendalam kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota atas komitmen luar biasa dalam memperkuat ekosistem Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah.
Kamarudin memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh panitia, para guru, dan para peserta yang telah menampilkan prestasi terbaik. Ajang ini tercatat melibatkan representasi dari 41,6 juta siswa muslim, 7,8 juta mahasiswa, serta 250.000 guru PAI di seluruh Indonesia.
"Sebuah capaian kompetisi yang dinilai monumental dan sarat makna bagi penguatan karakter generasi bangsa," ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam acara penutupan adalah penguatan Kurikulum Cinta, sebuah gagasan strategis yang menjadi arah baru pembelajaran Pendidikan Agama Islam baik di sekolah maupun madrasah.
"Kurikulum ini menanamkan lima pilar cinta: cinta pada diri sendiri, cinta pada sesama, cinta pada lingkungan, cinta pada Tanah Air, dan cinta kepada Allah SWT," katanya.
Model pendidikan tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus membangun karakter peserta didik yang berintegritas, progresif, peduli sosial, dan kokoh secara spiritual.
Pesan ini disampaikan dengan penekanan bahwa keberagamaan harus berdampak—tidak hanya pada kesalehan personal, tetapi juga pada kesalehan sosial yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Kemenag juga menyoroti pentingnya membangun kepekaan ekologis atau ekoteologi, sebuah pendekatan keberagamaan yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
Guru-guru PAI diimbau untuk mengintegrasikan praktik langsung, mulai dari menjaga kebersihan hingga menggerakkan gerakan menanam pohon.
"Jika setiap siswa Muslim menanam satu pohon setiap tahun, maka Indonesia dapat menumbuhkan lebih dari 41 juta pohon yang berdampak luas bagi keberlanjutan lingkungan," katanya.
Selain itu, penguatan nasionalisme menjadi pilar yang tidak terpisahkan. Anak-anak yang belajar agama diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mencintai tanah air dan siap menjadi penjaga masa depan Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta dari seluruh provinsi termasuk dari wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Suyitno menilai kehadiran para finalis dari daerah tersebut adalah bentuk pengabdian yang luar biasa dan pantang menyerah. Suyitno juga mengajak untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air yang terdampak bencana banjir dan longsor khusunya di wilayah Sumatera.
Penutupan Olimpiade dan Semarak Lomba PAI 2025 ini sekaligus menandai komitmen bersama untuk memperkuat transformasi sosial menuju Indonesia Emas 2040.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, para guru, dan para peserta didik, kegiatan ini diyakini menjadi pijakan kuat dalam membentuk bangsa yang maju, berkarakter, dan bermoral kuat.
(shf)
#kementerian-agama #indonesia-emas #pendidikan-agama-islam-pai #kurikulum-cinta