Vale Pastikan Kelanjutan Operasional Usai Kantongi RKAB 2026
Dengan disetujuinya RKAB, PT Vale akan kembali mengoperasikan seluruh kegiatan tambang dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi.
(Bisnis Tempo) 15/01/26 13:01 104284
PT Vale Indonesia Tbk memastikan kelanjutan seluruh kegiatan operasionalnya setelah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 resmi disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 15 Januari 2026.
Persetujuan ini memberi kepastian bagi PT Vale untuk melanjutkan operasi dan investasi jangka panjangnya sebagai bagian dari ekosistem industri nikel nasional dan rantai pasok global.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan penerapan kembali skema persetujuan RKAB tahunan memberi kepastian sekaligus memperkuat tata kelola industri.
“Dengan dasar perizinan yang lengkap, seluruh kegiatan kami kini berjalan kembali secara normal, patuh, dan berkelanjutan,” kata Bernardus dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dengan diperolehnya persetujuan RKAB, PT Vale akan kembali mengoperasikan seluruh kegiatan tambang dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi. Bernardus mengatakan, seluruh aktivitas dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan serta kepatuhan terhadap ketentuan perizinan yang berlaku, setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara.
PT Vale juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi perekonomian nasional melalui pembayaran pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta investasi jangka panjang dalam hilirisasi dan pengembangan rantai nilai kendaraan listrik.
Sejalan dengan agenda pemerintah, Bernardus mengatakan PT Vale melanjutkan investasi pada teknologi rendah emisi dan pengembangan fasilitas pengolahan lanjutan, termasuk proyek High Pressure Acid Leach (HPAL), guna meningkatkan daya saing industri nikel Indonesia di pasar global.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas target produksi nikel pada 2026 menjadi sekitar 250 hingga 260 juta ton. Angka ini turun signifikan dari target dalam RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton.
“Nikel kami sesuaikan dengan kapasitas produksi smelter, kemungkinan sekitar 250–260 juta ton,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno seperti dikutip Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Tri menyatakan kebijakan pemangkasan produksi tersebut bertujuan untuk mendorong kenaikan harga nikel di pasar global. Menurut dia, harga nikel saat ini sudah berada di atas US$ 17.000 per dry metric ton (dmt), lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga sepanjang 2025 yang berada di kisaran US$ 14.000 per dmt.
#vale #rkab #tambang #smelter #esdm #nikel
https://tempo.co/ekonomi/vale-pastikan-kelanjutan-operasional-usai-kantongi-rkab-2026-2107311