BGN Buka Suara Soal Dugaan Keracunan MBG di SMA Negeri 2 Kudus
BGN menyelidiki dugaan keracunan makanan MBG di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Insiden ini menimpa ratusan siswa setelah konsumsi makanan program MBG.
(Bisnis.Com) 30/01/26 10:26 119486
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara ihwal dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab utama insiden tersebut.
“Sedang diinvestigasi dan analisis penyebab utamanya,” kata Dadan kepadaBisnis, Jumat (30/1/2026).
Sebelumnya, ratusan siswa di SMA Negeri 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG Kamis (29/1/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas usai menyantap MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah pada Kamis (29/1/2026). Sejumlah siswa bahkan sempat mendapatkan penanganan medis.
Adapun, petugas medis melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum membawa para siswa menggunakan ambulans dan kendaraan darurat lainnya. Pihak kepolisian turut mengamankan area sekolah guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar serta mencegah kepanikan.
Dalam catatan Bisnis, BGN pernah menghentikan sementara operasional 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul terjadinya kasus keracunan dalam program MBG pada pertengahan Januari 2026.
Kala itu, Dadan mengatakan insiden keracunan MBG tersebut utamanya disebabkan oleh ketidakpatuhan SPPG dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dadan mencontohkan, salah satu kasus keracunan yang menjadi sorotan BGN terjadi di Mojokerto, yang berkaitan dengan kualitas bahan baku makanan.
“Utamanya karena SPPG tidak menepati, tidak mematuhi SOP secara benar [sehingga terjadi keracunan MBG]. Dan terutama yang di Mojokerto itu karena kualitas bahan baku, dan saya kira itu karena pemilihan bahan baku yang tidak sesuai dengan SOP yang ditetapkan,” kata Dadan saat ditemui seusai rapat dengar pendapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Padahal, sebelumnya BGN menargetkan tidak ada kasus keracunan aliaszero accidentdalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut sepanjang 2026.
#berita-keracunan #keracunan-makanan #sma-negeri-2-kudus #program-mbg #makan-bergizi-gratis #bgn-keracunan #investigasi-keracunan #gejala-keracunan #penanganan-medis #sppg-sop #kualitas-bahan-baku #zer