OJK Buka Peluang Revisi Target IPO 2026 demi Pacu Kualitas Emiten

OJK Buka Peluang Revisi Target IPO 2026 demi Pacu Kualitas Emiten

OJK memberi sinyal akan merevisi target IPO 2026 sebagai konsekuensi pengetatan regulasi, termasuk peningkatan kewajiban free float.

(Bisnis.Com) 03/02/26 12:52 123883

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal kuat untuk melakukan revisi terhadap jumlah target penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.

Langkah tersebut diambil seiring dengan pergeseran strategi otoritas yang kini lebih mengedepankan aspek integritas dan kualitas emiten dibandingkan dengan sekadar mengejar jumlah perusahaan tercatat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa otoritas tidak menutup kemungkinan untuk melakukan revisi terhadap target IPO pada 2026.

Hal ini dinilai menjadi konsekuensi logis dari pengetatan regulasi, termasuk rencana kewajiban pemenuhan porsi saham publik (free float) yang lebih besar.

“Kalau itu menjadi konsekuensi akan kami lakukan. Karena nanti kewajiban pemenuhan besaran free float kalau dilihat nanti di peraturan bursanya kemungkinan akan kami berlakukan sejak awal untuk yang IPO baru,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hasan, perusahaan yang berniat memberikan porsi kepemilikan publik yang lebih besar tentu akan tetap melanjutkan rencana IPO. Namun, dia juga tidak menampik adanya potensi hambatan bagi sebagian calon emiten.

“Kalau kemudian beberapa perusahaan berpikir ulang, itu mungkin akan menjadi konsekuensi awal. Namun, kami harapkan justru mereka [calon emiten] menyambut hal ini dengan baik juga,” pungkasnya.

Dorongan untuk meningkatkan porsi saham publik yang dapat diperdagangkan di pasar merupakan tujuan utama bursa-bursa global. Upaya ini disebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pasar dengan menjamin kecukupan ketersediaan saham yang dapat dimiliki oleh masyarakat secara luas.

Meskipun pengetatan standar ini diprediksi akan membuat peningkatan kuantitas emiten menjadi terbatas dalam jangka pendek, OJK optimistis fundamental pasar modal Indonesia akan semakin kuat di masa depan.

Hasan menyebutkan bahwa fokus pada integritas dinilai menjadi fondasi utama agar pasar saham domestik jauh lebih menarik dibanding kondisi sebelumnya.

“Reformasi integritas ini prinsipnya kami akan mengutamakan quality over quantity. Kami akan lebih fokus menghadirkan kualitas dari seluruh perusahaan tercatat. Sekalipun di jangka pendek mungkin kami akan menghadapi kondisi peningkatan kuantitasnya menjadi lebih terbatas,” tuturnya.

Reformasi ini muncul di saat pasar sedang menyoroti transparansi struktur kepemilikan dan likuiditas perdagangan, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian serius lembaga indeks global seperti MSCI.

OJK juga telah mengeluarkan 8 aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia demi mengembalikan kepercayaan pasar di tengah sentimen negatif pasar saham yang dipicu pengumuman pembekuan rebalancing MSCI.

Delapan aksi itu terdiri dari kebijakan baru free float, transparansi data ultimate beneficial owner (UBO), penguatan data kepemilikan saham, demutualisasi BEI, penegakan peraturan dan sanksi, tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, serta kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders.

_________

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ipo-2026 #ojk-revisi-target #kualitas-emiten #integritas-pasar-modal #free-float-saham #pasar-modal-indonesia #reformasi-integritas #kebijakan-ojk #transparansi-kepemilikan #daya-tarik-pasar #fundamen

https://market.bisnis.com/read/20260203/7/1949651/ojk-buka-peluang-revisi-target-ipo-2026-demi-pacu-kualitas-emiten