Kejar Likuiditas dan Volume, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto Mulai Maret 2026

Kejar Likuiditas dan Volume, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto Mulai Maret 2026

Sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan akan berpindah platform apabila biaya transaksi dinilai mahal.

(Kompas.com) 04/02/26 17:13 125811

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah strategis anak usahanya, PT Central Finansial X (CFX), yang melakukan penyesuaian struktur biaya transaksi di bursa kripto.

Langkah tersebut dinilai selaras dengan visi jangka panjang perseroan untuk memperbesar pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar, seiring upaya mengejar economies of scale di industri aset kripto nasional.

Tantangan likuiditas dan sensitivitas biaya

Berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik saat ini adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global.

PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Riset tersebut juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi. Sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan akan berpindah platform apabila biaya transaksi dinilai mahal.

Data ini mengindikasikan adanya potensi capital outflow yang signifikan, sekaligus ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.

Temuan tersebut menjadi salah satu landasan bagi CFX untuk melakukan penyesuaian struktur biaya secara bertahap.

Penurunan bertahap biaya transaksi mulai Maret 2026

Sebagai respons atas situasi tersebut dan upaya meningkatkan daya saing industri, CFX akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen pada 1 Maret 2026.

SHUTTERSTOCK/CHINNAPONG Ilustrasi aset kripto.

Selanjutnya, biaya akan kembali diturunkan menjadi 0,01 persen mulai 1 Oktober 2026.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar, sekaligus menciptakan struktur biaya yang lebih efisien bagi pengguna.

Sebagai induk perusahaan, COIN menyatakan dukungan penuh atas keputusan tersebut.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Ade Wahyu menjelaskan, penyesuaian struktur biaya secara terukur merupakan upaya untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto.

Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar,” jelas Ade dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Proyeksi multiplier effect

Ade meyakini perubahan struktur biaya ini akan menciptakan multiplier effect positif bagi ekosistem.

Menurut dia, ketika ekosistem menjadi lebih efisien dan menarik bagi konsumen, frekuensi dan volume transaksi diproyeksikan meningkat signifikan. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mengkompensasi penyesuaian biaya yang dilakukan secara bertahap.

Di sisi lain, langkah ini juga dinilai mendorong perseroan untuk terus menggali dan menciptakan berbagai potensi sumber pendapatan baru di masa depan.

Strategi tersebut ditempuh di tengah kompetisi industri aset kripto yang semakin ketat, baik di tingkat domestik maupun global. Struktur biaya yang lebih rendah dipandang sebagai salah satu instrumen untuk mempertahankan dan menarik kembali aktivitas perdagangan ke dalam negeri.

DOK. Shutterstock. Ilustrasi Bitcoin.

Fokus diversifikasi dan inovasi produk

Seiring dengan upaya memperluas sumber pendapatan, COIN juga mendorong pengembangan inovasi produk, baik terhadap produk yang telah ada maupun pengembangan produk baru sebagai langkah diversifikasi.

Ade menyebutkan, CFX akan fokus mengembangkan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar.

Pengembangan instrumen turunan tersebut diposisikan sebagai bagian dari strategi peningkatan daya tarik pasar.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar pada produk-produk aset kripto baru yang dinilai dapat menjadi gelombang inovasi berikutnya di industri.

“Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif. COIN dan kedua anak perusahaan selalu terbuka untuk meluncurkan dan mendorong inovasi produk dan layanan baru guna mendongkrak kinerja perusahaan, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara,” pungkas Ade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#aset-kripto #biaya-transaksi #bursa-kripto #cfx

https://money.kompas.com/read/2026/02/04/171321626/kejar-likuiditas-dan-volume-cfx-pangkas-biaya-transaksi-kripto-mulai-maret