Net Inflow Rp1,75 Triliun Warnai Transaksi Tunai Kaltim Kuartal II/2025

Net Inflow Rp1,75 Triliun Warnai Transaksi Tunai Kaltim Kuartal II/2025

Net inflow Rp1,75 triliun di Kaltim pada Q2/2025 menunjukkan ekonomi sehat dengan peningkatan likuiditas dan penurunan penyerapan uang tidak layak edar.

(Bisnis.Com) 24/10/25 07:47 14068

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Aliran uang kartal di Kalimantan Timur (Kaltim) pada kuartal II/2025 mencatatkan net inflowmencapai Rp1,75 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyatakan nilai uang kartal yang masuk ke wilayahnya tercatat sebesar Rp4,22 triliun transaksi tunai periode April hingga Juni 2025.

"Sementara itu, nilai uang kartal yang diedarkan oleh otoritas moneter outflow mencapai Rp2,47 triliun," kata Budi Widihartanto dalam keterangan resmi, Kamis (23/10/2025).

Tak pelak, kondisi net inflow ini mencerminkan dinamika ekonomi yang sehat. Budi menyebut kebutuhan likuiditas masyarakat dan perbankan terpenuhi optimal tanpa mengorbankan fungsi pengawasan terhadap sirkulasi uang.

Secara spasial, kontribusi terbesar net inflow bersumber dari wilayah kerja KPwBI Provinsi Kaltim yang menyumbang Rp1,43 triliun. Adapun KPwBI Balikpapan mencatatkan net inflow sebesar Rp330 miliar.

Di sisi lain, dropping Uang Layak Edar (ULE) mengalami akselerasi pertumbuhan sebesar 6,60% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2025.

Pencapaian ini kontras dengan periode sebelumnya yang justru terkontraksi 0,81% (yoy) di kuartal I/2025.

Budi menyebutkan, nominal ULE kuartal II/2025 tercatat Rp1,09 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2025 yang mencapai Rp1,06 triliun.

"Peningkatan dropping ULE tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan pada kas titipan," ucapnya.

Dalam implementasi Clean Money Policy (CMP), Bank Indonesia mencatat penurunan signifikan pada penyerapan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dari masyarakat.

Nominal penarikan UTLE pada kuartal II/2025 turun tajam sebesar 55,55% (yoy) atau setara Rp80 miliar.

Namun, nilai nominal penarikan UTLE tetap konsisten dengan kuartal I/2025, kendati penurunan tahunan periode sebelumnya tercatat lebih dalam pada angka 70,12%.

Patut dicermati, rasio nominal penarikan UTLE terhadap inflow di Provinsi Kaltim justru mengalami kenaikan.

Pada kuartal II/2025, rasio tersebut mencapai Rp4,22 triliun, melampaui capaian kuartal I-2025 yang tercatat Rp3,83 triliun.

Adapun, kenaikan rasio penarikan UTLE di awal tahun 2025 ini mengisyaratkan intensifikasi upaya otoritas moneter dalam mengoptimalkan distribusi uang berkualitas guna menopang kelancaran transaksi ekonomi di wilayah Benua Etam.

#net-inflow #transaksi-tunai #kalimantan-timur #kuartal-ii-2025 #bank-indonesia #uang-kartal #outflow #dinamika-ekonomi #likuiditas-masyarakat #kpwbi-kaltim #dropping-ule #year-on-year #clean-money-pol

https://kalimantan.bisnis.com/read/20251024/408/1923011/net-inflow-rp175-triliun-warnai-transaksi-tunai-kaltim-kuartal-ii2025