Sinar Mas Land Ungkap Insentif PPN DTP Dongkrak Penjualan Rumah 2025

Sinar Mas Land Ungkap Insentif PPN DTP Dongkrak Penjualan Rumah 2025

Sinar Mas Land optimis insentif PPN DTP dan penurunan suku bunga akan mendongkrak penjualan properti 2025, meski penjualan rumah tapak turun 22%.

(Bisnis.Com) 26/02/26 14:55 148273

Bisnis.com, JAKARTA — Sinar Mas Land (SML) mengungkap kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) efektif menjadi penopang penjualan properti sepanjang 2025. Di mana, insentif ini diklaim mampu memacu gairah pasar residensial di tengah dinamika ekonomi global.

Deputy Group CEO Sinar Mas Land, Herry Hendarta menjelaskan kepastian perpanjangan program PPN DTP hingga 2027 juga bakal mendorong kepastian usaha sektor properti sepanjang tahun ini. Selain mendorong sisi demand, kepastian itu turut menggerakkan suplai unit di pasar.

"Kita juga didukung [oleh pemerintah] kayak PPN DTP, itu kita sangat terbantu, dan juga sepertinya buat developer ada satu sisi kita harus mempersiapkan produk kita supaya bisa kita handover di akhir 2026,” jelasnya dalam Konferensi Pers di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sejalan dengan hal itu, tambah Herry, saat ini pihaknya tengah memacu waktu pengerjaan proyek agar unit hunian siap diserahterimakan sesuai tenggat regulasi untuk mendapatkan insentif.

Selain faktor diskon pajak, tren penurunan suku bunga perbankan juga diproyeksikan bakal membuat pasar properti menjadi jauh lebih atraktif sepanjang tahun ini.

"Jadi, dengan suku yang lebih turun, sepertinya akan, sangat menggairahkan, bisa mempercepat, decision making dari pelanggan-pelanggan kita," tambahnya.

Pada saat yang sama, Direktur PT Bumi Serping Damai Tbk. (BSDE), Hermawan Wijaya menjelaskan realisasi penjualan rumah tapak sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp4,19 triliun. Posisinya turun sekitar 22% dibanding dengan realisasi penjualan pada 2024 sebesar Rp5,39 triliun.

"Memang 2025 ini salah satu tahun yang cukup challenging ya. Dari April mungkin gitu ya, dari gonjang ganjing tarif Trump itu sampai akhir tahunnya juga masih begitu ya,” kata Hermawan.

Meski demikian, secara keseluruhan marketing sales BSDE tetap tumbuh pada 2025 tembus Rp10,04 triliun atau meningkat 3,35% dibandingkan dengan capaian marketing sales pada 2024 sebesar Rp9,717 triliun.

Perinciannya, capaian marketing sales pada 2025 terdiri dari penjualan rumah tapak Rp4,19 triliun, penjualan area komersial Rp3,72 triliun, serta kontribusi dari joint venture (JV) land lot sebesar Rp2,12 triliun.

Sementara itu, capaian marketing sales pada 2024 sebesar Rp9,717 triliun terdiri dari penjualan rumah tapak Rp5,39 triliun, area komersial Rp3,75 triliun, dan JV land lot hanya senilai Rp565 miliar.

#sinar-mas-land #ppn-dtp #penjualan-rumah #insentif-pajak #properti-2025 #pasar-residensial #suku-bunga-turun #marketing-sales #rumah-tapak #penjualan-properti #diskon-pajak #ekonomi-global #proyek-hun

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260226/47/1956077/sinar-mas-land-ungkap-insentif-ppn-dtp-dongkrak-penjualan-rumah-2025