Laba UOB Indonesia Melonjak, Capai Rp1,52 Triliun sepanjang 2025

Laba UOB Indonesia Melonjak, Capai Rp1,52 Triliun sepanjang 2025

Laba UOB Indonesia melonjak 276,40% YoY pada 2025, mencapai Rp1,59 triliun, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga dan penurunan beban operasional.

(Bisnis.Com) 02/03/26 15:15 152073

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank UOB Indonesia membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp1,59 triliun sepanjang 2025. Perolehan laba tersebut meningkat sebesar 276,40% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp406,24 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, raihan laba pada 2025 didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 1,85% YoY menjadi Rp5,80 triliun. Pada 2024, UOB Indonesia mencatatkan pendapatan bunga bersih senilai Rp5,70 triliun.

Pertumbuhan laba juga didukung oleh penurunan beban operasional lainnya. Bank asal Singapura ini mencatatkan penurunan pada beban operasional lainnya sebesar 23,07% YoY dari 2024 Rp5,09 triliun menjadi Rp3,91 triliun hingga akhir 2025.

Adapun, penurunan beban operasional pada 2025 ini didorong oleh menyusutnya sejumlah komponen nonbunga. Di antaranya, beban lainnya yang menyusut 9,66% YoY menjadi Rp3,31 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,67 triliun.

Beban tenaga kerja dan beban promosi UOB Indonesia juga menyusut. Pada 2025, beban tenaga kerja turun 11,11% YoY dari Rp2,86 triliun menjadi Rp2,54 triliun. Beban promosi perseroan menyusut signifikan 23,64% YoY dari tahun sebelumnya Rp237,90 miliar menjadi Rp181,65 miliar.

Komponen non bunga lainnya yang juga mengalami penurunan yakni impairment yang menyusut sebesar 28,23% YoY menjadi Rp768,96 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, impairment UOB Indonesia tercatat sebesar Rp1,07 triliun.

Laba operasional mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, laba operasional perseroan tumbuh sebesar 210,65% YoY menjadi Rp1,88 triliun hingga akhir 2025, dari 2024 yang sebesar Rp607,81 miliar.

UOB Indonesia turut mencatatkan laba nonoperasional sebesar Rp69,77 miliar pada 2025, setelah pada 2024 mencatatkan rugi senilai Rp42,77 miliar.

Laba tahun berjalan sebelum pajak juga mengalami pertumbuhan sebesar 246,51% YoY dari Rp565,04 miliar pada 2024 menjadi Rp1,95 triliun triliun hingga akhir 2025.

Dari sisi intermediasi, kredit yang disalurkan perseroan meningkat 11,32% YoY menjadi Rp111,78 triliun. Pada 2024, kredit UOB Indonesia mencapai sebesar Rp100,41 triliun.

Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) UOB Indonesia meningkat 14,03% YoY menjadi Rp133,31 triliun hingga akhir 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp116,91 triliun.

Pertumbuhan DPK pada 2025 didorong oleh dana murah yang mencapai Rp79,67 triliun, tumbuh 18,55% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp67,21 triliun.

Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank UOB Indonesia naik dari 16,51% pada 2024 menjadi 19,51% pada 2025.

Untuk kualitas kredit, NPL gross tercatat sebesar 1,80% hingga akhir 2025 dari tahun sebelumnya 2,05%. NPL net turun dari 1,11% menjadi 1,02% pada 2025.

Pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) terpantau turun dari 3,92% menjadi 3,81% hingga akhir 2025. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga turun menjadi 86,39% dari tahun sebelumnya sebesar 95,64%.

#uob-indonesia #laba-uob-indonesia #laba-bersih-uob #pendapatan-bunga-bersih #beban-operasional-uob #penurunan-beban-operasional #pertumbuhan-laba-uob #kredit-uob-indonesia #dana-pihak-ketiga-uob #rasi

https://finansial.bisnis.com/read/20260302/90/1956947/laba-uob-indonesia-melonjak-capai-rp152-triliun-sepanjang-2025