AXA Insurance Ungkap Tiga Biang Kerok Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Turun

AXA Insurance Ungkap Tiga Biang Kerok Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Turun

AXA Insurance mengidentifikasi tiga faktor penurunan premi asuransi kendaraan: penurunan penjualan mobil baru, efisiensi penggunaan kendaraan, dan perubahan perilaku konsumen.

(Bisnis.Com) 02/03/26 15:51 152092

Bisnis.com, JAKARTA — PT AXA Insurance Indonesia menilai bahwa penurunan pendapatan premi industri di lini asuransi kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal industri.

Perlu diketahui, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor sepanjang 2025 terkontraksi 4,2% (year on year/YoY) menjadi Rp19,01 triliun.

Direktur AXA Insurance Indonesia Edwin Sugianto menilai ada tiga faktor utama yang memberikan tekanan terhadap perolehan premi industri di segmen kendaraan bermotor.

Pertama, perlambatan pertumbuhan penjualan kendaraan baru di pasar domestik, yang berdampak langsung pada penurunan permintaan produk asuransi kendaraan,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (2/3/2026).

Kedua, lanjutnya, ada peningkatan efisiensi penggunaan kendaraan seperti berkurangnya intensitas mobilitas masyarakat ataupun pergeseran ke moda transportasi alternatif.

Edwin menambahkan bahwa faktor ketiga dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen, termasuk preferensi terhadap pengeluaran yang lebih selektif di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

“Faktor faktor tersebut secara keseluruhan memengaruhi tren premi industri dan memberikan dampak serupa terhadap pasar asuransi kendaraan secara nasional,” tuturnya.

Asuransi kendaraan bermotor, ucap Edwin, merupakan salah satu lini usaha penting dalam portofolio perusahaan. Lini ini disebut menunjukkan perkembangan yang stabil dan tetap berkontribusi positif terhadap bisnis AXA Insurance.

Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan di lini asuransi kendaraan bermotor, AXA Insurance fokus pada berbagai inisiatif strategis yang berorientasi pada kebutuhan nasabah serta perkembangan industri.

“Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat nilai tambah produk melalui perlindungan yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Kemudian, meningkatkan akses digital, baik untuk proses pembelian maupun layanan klaim, sehingga memberikan pengalaman yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi nasabah,” beber Edwin.

Selanjutnya adalah memperluas kolaborasi dengan partner bisnis, seperti dealer, perusahaan pembiayaan, perusahaan jasa keuangan, dan ekosistem otomotif, guna memperluas jangkauan pasar serta memberikan solusi perlindungan yang terintegrasi.

Tidak sampai di situ, perusahaan juga meningkatkan edukasi risiko kepada nasabah, supaya masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan kendaraan di tengah kondisi lalu lintas dan lingkungan yang dinamis.

“Melalui kombinasi inovasi produk, penguatan kanal distribusi, dan peningkatan kualitas layanan, perusahaan berupaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan pada lini asuransi kendaraan bermotor,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edwin memproyeksikan bahwa pada 2026 lini asuransi kendaraan bermotor akan tetap menjadi salah satu segmen penting di industri asuransi umum. Terlebih didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan aktivitas ekonomi.

“Dengan pendekatan yang menyatukan perlindungan, pencegahan risiko, serta peningkatan pengalaman nasabah, AXA Insurance meyakini bahwa lini asuransi kendaraan bermotor akan tetap memberikan kontribusi penting bagi kinerja bisnis sekaligus memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” pungkasnya.

#asuransi-kendaraan #premi-asuransi #axa-insurance #penurunan-premi #industri-asuransi #kendaraan-bermotor #perlindungan-kendaraan #mobilitas-masyarakat #perubahan-perilaku-konsumen #strategi-axa-insur

https://finansial.bisnis.com/read/20260302/215/1956939/axa-insurance-ungkap-tiga-biang-kerok-premi-asuransi-kendaraan-bermotor-turun