Usai Arab Saudi, RI Bidik Ekspor Beras ke 3 Negara Tetangga

Usai Arab Saudi, RI Bidik Ekspor Beras ke 3 Negara Tetangga

Pemerintah menargetkan ekspor beras ke Malaysia, Papua Nugini, Filipina, usai sukses ekspor ke Arab Saudi untuk jemaah haji 2026.

(Bisnis.Com) 04/03/26 15:47 154911

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan perluasan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Papua Nugini, dan Filipina, usai ekspor perdana dilakukan ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia 2026.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor beras Befood Nusantara untuk kebutuhan jemaah haji 2026 sebanyak 2.280 ton mulai dilakukan secara bertahap ke Arab Saudi.

Dia menjelaskan bahwa cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton per awal Maret 2026, sehingga pihaknya turut mendorong agar ekspor diperluas ke sejumlah negara.

“Kita sudah menjajaki beberapa negara, Arab Saudi, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor beras lebih besar lagi,” kata Amran dalam pelepasan ekspor beras Befood Nusantara di Kompleks Kanwil Bulog Jakarta-Banten, Jakarta Utara pada Rabu (4/3/2026).

Dia melanjutkan bahwa ke depannya, pemerintah memproyeksikan ekspor beras ke Arab Saudi mencapai 20.000 hingga 50.000 ton, dan diharapkan terlaksana hingga akhir tahun ini. Amran belum membeberkan potensi besaran ekspor beras ke negara lainnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini menyampaikan bahwa stok beras pemerintah akan mencapai 5 juta hingga 6 juta ton dalam dua bulan ke depan.

Namun demikian, dia menyebut bahwa gudang Bulog akan kesulitan menampung stok tersebut mengingat kapasitas yang berkisar 3 juta ton. Oleh karena itu, dia menyatakan siap bilamana terdapat permintaan ekspor.

“Berasnya siap kapan saja diminta, berasnya sudah siap. Pokoknya berapa saja, kalau minta 100.000 ton, 100.000 ton kita kirim," ujar Amran.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengeklaim bahwa beras Befood Nusantara yang diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia merupakan beras berkualitas super premium dengan tingkat pecahan (broken) hanya 4%.

Dia menjelaskan, kualitas beras ini lebih tinggi dibandingkan beras premium komersil di Tanah Air yang memiliki tingkat pecahan 15%. Rizal juga menggarisbawahi bahwa beras yang diekspor ke Arab Saudi bukan berasal dari stok di Gudang Bulog, melainkan dari hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui penggilingan.

“Ini beras premium yang pecahannya di bawah 5%, bahkan ini 4%. Kemudian juga kadar airnya di bawah 14%. Jadi kalau menurut kami, ini beras super premium yang pernah dibuat oleh Bulog,” kata Rizal dalam sambutannya.

#ekspor-beras #ekspor-beras-indonesia #indonesia-ekspor-beras #stok-beras #beras-bulog #arab-saudi #malaysia #papua-nugini #filipina #jemaah-haji #beras-premium #bulog #befood-nusantara #beras-super-pr

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260304/12/1957718/usai-arab-saudi-ri-bidik-ekspor-beras-ke-3-negara-tetangga