China Mau Rilis Obligasi Khusus Rp744 Triliun demi Perkuat Modal Bank-Bank Jumbo

China Mau Rilis Obligasi Khusus Rp744 Triliun demi Perkuat Modal Bank-Bank Jumbo

China akan menerbitkan obligasi Rp744 triliun untuk memperkuat modal bank besar, menghadapi perlambatan ekonomi dan volatilitas pasar, serta menjaga stabilitas keuangan.

(Bisnis.Com) 05/03/26 09:55 155743

Bisnis.com, JAKARTA — China akan menerbitkan obligasi negara khusus untuk merekapitalisasi sejumlah bank terbesar di negaranya. Langkah ini menandai perluasan upaya Beijing dalam memperkuat sistem keuangan senilai US$69 triliun atau setara Rp1.166,85 kuadriliun (kurs jisdor Rp16.911) di tengah perlambatan ekonomi dan volatilitas pasar.

Menurut laporan Kementerian Keuangan China, sebesar 300 miliar yuan atau setara US$44 miliar (Rp744,08 triliun) obligasi pemerintah khusus akan dijual tahun ini untuk menambah modal inti (core tier-1 capital) bank-bank komersial besar, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (5/3/2026).

Rencana ini diumumkan bersamaan dengan penetapan target pertumbuhan ekonomi China yang paling rendah dalam lebih dari tiga dekade. Langkah tersebut menyusul kebijakan serupa tahun lalu yang menyasar empat bank besar.

Industrial & Commercial Bank of China Ltd. dan Agricultural Bank of China Ltd., yang tidak termasuk dalam putaran sebelumnya, akan mendapatkan tambahan modal pada tahap kali ini, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Indeks acuan domestik CSI 300 China naik 0,9% pada perdagangan pagi, sementara indeks perbankan China versi Bloomberg Intelligence menguat 1,1% di Hong Kong.

Meskipun lembaga keuangan papan atas milik negara saat ini memiliki rasio permodalan yang memadai, mereka menghadapi tekanan akibat tuntutan kebijakan yang saling bersaing. Pemerintah China mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit murah guna menopang perekonomian.

Injeksi modal baru ini dirancang untuk memberikan ruang bagi bank dalam menjaga margin keuntungan yang tergerus akibat penurunan suku bunga. Tambahan modal tersebut memungkinkan ekspansi kapasitas penyaluran kredit serta pembentukan cadangan yang lebih besar untuk mengantisipasi potensi kredit bermasalah.

Adapun, putaran pendanaan terbaru ini melanjutkan momentum sejak akhir 2024. Pada awal 2025, Bank of China Ltd. dan Postal Savings Bank of China Co. termasuk di antara empat bank yang menerima suntikan dana gabungan sebesar US$69 miliar atau setara Rp1.166,85 kuadriliun yang didanai melalui penerbitan obligasi negara.

Beijing juga kembali menegaskan komitmennya dalam mengatasi risiko keuangan, termasuk mempercepat penguatan modal lembaga keuangan guna menyelesaikan aset bermasalah (non-performing assets), menurut laporan kerja pemerintah.

“Lembaga keuangan berisiko tinggi akan ditangani secara tertib dengan pendekatan berbasis mekanisme pasar,” demikian laporan tersebut.

Pemerintah juga akan membentuk dana koordinasi fiskal-keuangan khusus sebesar 100 miliar yuan untuk mendorong ekspansi permintaan domestik melalui berbagai langkah, seperti subsidi bunga pinjaman, penjaminan pembiayaan, dan kompensasi risiko.

Upaya lain di sektor keuangan meliputi mengatur persaingan antar lembaga keuangan, mengonsolidasikan lembaga keuangan lokal skala kecil dan menengah, serta meningkatkan kinerjanya.

Kemudian, meningkatkan koordinasi pengawasan keuangan, serta mencegah dan menindak aktivitas keuangan ilegal. Selain itu, memperkuat pemantauan dan sistem peringatan dini untuk memastikan respons cepat terhadap risiko keuangan serta meningkatkan pencegahan dan pengendalian risiko sejak dini.

Menjaga stabilitas keuangan tetap menjadi prioritas utama Presiden Xi Jinping, khususnya saat China menghadapi rivalitas perdagangan dan teknologi yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat (AS).

Beijing secara agresif berupaya membatasi risiko yang berasal dari sektor properti yang tengah tertekan serta lonjakan utang pemerintah daerah.

Data resmi menunjukkan bahwa kampanye ‘pengurangan risiko’ tersebut mulai membuahkan hasil. Jumlah lembaga keuangan berisiko tinggi di China hampir berkurang setengah dari puncaknya, menjadi 312 institusi per pertengahan 2025, berdasarkan data resmi.

#china-obligasi #obligasi-negara-china #bank-besar-china #sistem-keuangan-china #ekonomi-china #pertumbuhan-ekonomi-china #industrial-commercial-bank-china #agricultural-bank-china #indeks-perbankan-ch

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260305/620/1957947/china-mau-rilis-obligasi-khusus-rp744-triliun-demi-perkuat-modal-bank-bank-jumbo